Berduka Lagi

“Sebab ada tertulis, Rancanganku bukanlah rancanganmu, jalanmu bukanlah jalanku” dan kalau di-analog-kan dengan pepatah Batak yang mengandung arti yang sama yaitu, Dang simanuk-manuk sibontar andora, dang sitodo turpuk, siahut lomo ni roha.

Dalam perjalanan hidup kita sehari-hari, kadang kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan, melupakan sabda Tuhan dan umpasa di atas, bahwa hidup kita telah ditentukan oleh Tuhan Sang Pencipta, artinya hidup ini bukan sesuka hati kita.

OpLiora Doli

Kamis, 29 April 2021 terjadi 2 Keluarga Manihuruk mengalami duka dengan meninggalnya Amang Jadiaman Manihuruk, SE.Ak – Op. Liora Doli usia 76 tahun di RS PGI Cikini Jakarta Pusat, bukan karena covid-19. Adat partuatna dilaksanakan di Medan dan selanjutnya disuanhon di Huta Paropo Kabupaten Dairi, Sebelum jenazah diberangkatkan ke Medan, sore harinya pukul 16.00 WIB di Rumah Duka RS PGI Cikini, Keluarga Besar Manihuruk Boru Bere mengadakan acara kecil bersama Tulang Raja Situngkir dan Hulahula Anak Manjae Raja Tobing yaitu bersama memohon doa keberangkatan Rombongan Keluarga sehat dan lancar perjalan sampai tujuan. Dan pada kesempatan tersebut Tulang Raja Situngkir memberikan ulos (baca: menyematkan ulos ke jenazah, dengan maksud sebagai lambang doa dan kasih, tidak merasa dingin selama perjalanan, wujud doa saja). Karena adat resmi dari Tulang, yaitu pasahat Ulos Saput  kepada Berenya akan dilaksanakan di Medan, tentunya akan dirapatkan terlebih dahulu melalui forum Pangarapoton. Dokumentasi di-Klik di sini

 

 

 

 

 

 

 

Dan Keluarga kedua yang mengalami duka pada hari yang yaitu dengan meninggalnya Inang Sondang Rosinta boru Situmeang/Ny. Harapan Manihuruk -Nai Aldo usia 59 tahun, di RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan meninggalkan suami dan 2 orang anak yang masih menduduki perkuliahan. Meninggal karena sudah hampir 4 tahun menderita penyakit kanker payudara. Dalam adat Batak jenis meninggalnya termasuklah kategori Matompas Tataring (baca : matoppas tataring) karena anak-anaknya belum ada yang menikah, sehingga adatnya pun disebut Ulaon Adat Mangido Tangiang. Dan hari ini Kamis, 30 April 2021 adat partuatna dilaksanakan di Rumah Duka di kediaman Keluarga yang berduka di Jalan Kenanga I Perumahan Permata Kalisari Jakarta Timur. Dan tepat pukul 14.20 WIB acara adatnya selesai dan dilanjutkan ke TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur, yang dipandu langsung oleh PBB (Pemuda Batak Bersatu). Dokumentasi dengan meng-Klik di sini

Berita Duka

Nelly br. Manihuruk

 

 

 

 

 

 

 

 

Hari ini Sabtu, 17 April 2021 Keluarga Manihuruk berduka dengan adanya berita dari Bengkulu tepatnya dari Kota Manna, bahwa Ny. AKP Silaen/ Nelly br. Manihuruk telah berpulang ke rumah Bapa di Surga di RSUD Bengkulu pada pukul 05.00 WIB, usia 56 tahun meninggalkan suami dan 3 orang anak masih kuliah. Almh sudah lama menderita penyakit gagal ginjal. Jadi meninggal bukan karena covid-19. Kiranya Tuhan Yesus memberkati dan memberikan kekuatan kepada Keluarga yang ditinggal. Amin

Manihuruk Berduka.

 

 

 

 

 

 

 

Keluarga Manihuruk berduka lagi khususnya Jabodetabek, dimana salah seorang pengurus meninggal pada hari Senin, 29 Maret 2021 pukul 20.00 WIB di RSUD Cengkareng Jakarta Barat, Amang Risman Manihuruk – Am. Mangihut usia 67 tahun, na nihabaluhon ni Inang Ria br. Situngkir tinggal di Cengkareng Jakarta Barat, karena menderita sakit 1 tahun terakhir. (Jadi meninggal bukan karena covid-19). Pangarapoton dilaksanakan tanggal 30 Maret 2021  di rumah duka Jelambar-Jabar Agung Grogol Jakarta Barat. Dan adat parborhat na tu inganan parsatongkinan, dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2021. Almarhum dimakamkan di TPU Tegal Alur Jakarta Barat. Almarhum adalah Sekretaris Wilayah Jakarta Barat Punguan Pomparan Raja Simanihuruk Boru Bere Jabodetabek dan meninggalkan 1 orang anak dan isteri. Kiranya kasih Tuhan Yesus memberkati Keluarga dan cepat terhibur. Amin.

Dengan ini Keluarga Besar Manihuruk Boru Bere Jabodetabek, turut berdukacita.