PARIBAN DARI SEMARANG

Sabtu, 07 Februari 2026

Sesuai Kalender Adat (Jabodetabek) bahwa pemberkatan pernikahan Daniel Manihuruk dengan Tama Br. Sihotang di Gereja HKBP Jatisampurna Kota Bekasi. Dan setelah pemberkatan acara dilanjutkan dengan pelaksanaan adat pernikahan Batak Toba. Pernikahan tersebut termasuk kategori MARPARIBAN alias Daniel marboru Tulang. Karena Daniel berasal dari anak sileban, beda suku dengan Tama br. Sihotang. Maka sebelum pemberkatan terlebih dahulu disematkan marga kepada si Daniel menjadi marga Manihuruk. Tentu menjadi pertanyaan, kenapa Manihuruk disematkan kepada si Daniel (?). Karena jika terjadi pernikahan beda suku maka kedua mempelai harus memiliki marga karena pernikahan dilanjutkan dengan adat Batak Toba.

Kenapa marga Manihuruk disematkan marga si Daniel, karena marga suami dari Namborunya si Tama (boru Sihotang )adalah marga Manihuruk, sehingga pernikahan ini dikategorikan MARPARIBAN.

Pelaksanaan adat Batak Toba dilaksanakan di Gedung Pertemuan Sopo Gabe Harjamukti Kota Depok. Acara demi acara berjalan lancar sesuai konsep kedua belah pihak Keluarga Manihuruk dengan marga Sihotang.

Selamat Berbahagia buat Daniel Manihuruk dengan Tama Br. Sihotang.

Suhut par Anak: Maludin Manihuruk, B. Sc, S.Ip (+)/T. br. Sihotang (Opsi Alin) – Kota Bekasi.

Suhut par Boru: Wasinton Sihotang/E. br. Sitanggang (Depok

Dokumentasi Video ada di sini dengan meng-KLIK LINK ini

PARIBAN DARI SEMARANG

Sabtu, 24 Januari 2026

Sebagaimana telah dijadwalkan pada Kalender Adat pada media website ini dimana telah dilaksanakan kegiatan Patua Hata Marhusip.(versi Jabodetabek) di Aula Gereja HKBP Jln. Cendrawasih Kota Depok Jawa Barat. Sebelum dilakukan kegiatan tersebut terlebih dahulu prosesi patampe marga kepada calon pengantin laki-laki Daniel yang beda suku, halak sileban karena calon suaminya Boru Batak Toba, Tama br. Sihotang (Depok)

Ada 3 hal dalam kehidupan Kita sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak tahu yaitu; rezeki, umur, jodoh. Kita hanya boleh bermohon melalui doa kita, ya Tuhan berikanlah rezeki, umur panjang, jodoh. Hal inilah yang terjadi bagi Tama boru Sihotang dimana Tuhan memilih jodohnya “halak sileban”, Daniel yang berasal dari Kota Semarang, artinya mereka sudah sepakat membangun rumah tangga atas dasar perkawinan Adat Batak Toba. Sementara adat pernikahan Batak Toba kedua calon pengantin harus memiliki marga. Menjadi pertanyaan, marga apa disematkan kepada Daniel (?).

Daniel Manihuruk anak Sorang Magodang dipangku oleh Ibu Adat.

Dalam hal demikian marga yang diberikan kepada Daniel adalah marga suami saudara perempuan dari Ayah si Tama, dalam hal ini marga Manihuruk atau bahasa sapaan adat istiadat Batak Toba, marga Amangborunya si Tama br. Sihotang.

Setelah proses patampe marga barulah acara melamar atau biasa disebut bahasa Adat PATUA HATA MARHUSIP. Kemudian setelah melamar dilanjutkan dengan ibadah pranikah, ikat janji sebelum akhirnya pemberkatan nikah kudus dan Adat Pernikahan Medio Februari 2026.

KELUARGA BARU

Medan, 30 Desember 2025

Telah dilaksanakan pemberkatan pernikahan Arnike Febriliani br. Manihuruk, S. Sn (Febri) dengan Berti Falindo Sitompul, A. Md (Falindo) di Gereja HKBP Menteng (Medan Tenggara) Jln. Menteng VII Gg. Kurnia Kota Medan Sumatera Utara. Dan setelah pemberkatan acara dilanjutkan dengan adat na gok di Gedung Balai Bolon GKPS Teladan Kota Medan Sumatera Utara.

Acara demi acara berjalan lancar sesuai konsep kedua belah pihak par Boru dan par Anak.

Atas nama Admin menyampaikan; Selamat Berbahagia dan tetap harmonis sampai Saurmatua. Amin.

Suhut par Boru; E J Manihuruk/br. Hutabarat (Op. Leon) – Jakarta

Suhut par Anak; T L Sitompul/R br. Siregar – Bukit Kusuma Pekanbaru Riau.