KEGIATAN ADAT MANIHURUK

Sesuai Kalender Adat Keluarga Manihuruk pada hari Sabtu, 02 Mei 2026 telah dilaksanakan kegiatan adat antara lain; Patua Hata Marhusip (Konfirmasi dan Lamaran) Keluarga Lumban Tobing, sebagai pihak Suhut par Anak datang ke rumah marga Manihuruk, di Aula Gereja HKBP Paledang Kota Bogor Jawa Barat, sebagai sikkat ni bagas Keluarga Manihuruk sebagai Suhut par Boru. Acara berjalan lancar sesuai konsep kedua belah pihak setelah masing-masing pihak saling menyesuaikan konsep acara berdasarkan rumang ni ulaon, TARUHON JUAL. Artinya Tuan rumah pada acara adat pernikahan Batak Toba adalah keluarga par Anak marga Lumban Tobing.

Sebelah kiri Kel. Lumban Tobing

Setelah kedua belah pihak Suhut, baik par Anak dan par Boru sudah sepakat dengan konsep untuk dilaksanakan di acara pesta unjuk, maka kesepakatan tersebut harus dimateraikan dengan bahasa Adat, INGOT-INGOT, dengan tujuan bahwa semua Peserta pada acara lamaran, MARHUSIP tidak ada yang lupa akan konsep adat yang telah disepakati bersama.

Perlu disampaikan bahwa Suhut par Boru; Kel. Prof. Mudin Manihuruk/br. Situmorang domisili Kota Bengkulu dan Suhut par Anak tinggal di Kota Bogor Jawa Barat.

Kemudian Kalender Adat kedua yang terjadi di Keluarga Manihuruk adalah kegiatan Adat 3M (Marhusip, Martumpol, Martonggo Raja) antara Keluarga K. Sagala/br. Manihuruk dengan Keluarga Ginting/br. Barus. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gereja HKBP Jatiasih Kota Bekasi. Posisi Adat Marga Manihuruk adalah sebagai HULAHULA.

PARIBAN DARI SEMARANG

Sabtu, 07 Februari 2026

Sesuai Kalender Adat (Jabodetabek) bahwa pemberkatan pernikahan Daniel Manihuruk dengan Tama Br. Sihotang di Gereja HKBP Jatisampurna Kota Bekasi. Dan setelah pemberkatan acara dilanjutkan dengan pelaksanaan adat pernikahan Batak Toba. Pernikahan tersebut termasuk kategori MARPARIBAN alias Daniel marboru Tulang. Karena Daniel berasal dari anak sileban, beda suku dengan Tama br. Sihotang. Maka sebelum pemberkatan terlebih dahulu disematkan marga kepada si Daniel menjadi marga Manihuruk. Tentu menjadi pertanyaan, kenapa Manihuruk disematkan kepada si Daniel (?). Karena jika terjadi pernikahan beda suku maka kedua mempelai harus memiliki marga karena pernikahan dilanjutkan dengan adat Batak Toba.

Kenapa marga Manihuruk disematkan marga si Daniel, karena marga suami dari Namborunya si Tama (boru Sihotang )adalah marga Manihuruk, sehingga pernikahan ini dikategorikan MARPARIBAN.

Pelaksanaan adat Batak Toba dilaksanakan di Gedung Pertemuan Sopo Gabe Harjamukti Kota Depok. Acara demi acara berjalan lancar sesuai konsep kedua belah pihak Keluarga Manihuruk dengan marga Sihotang.

Selamat Berbahagia buat Daniel Manihuruk dengan Tama Br. Sihotang.

Suhut par Anak: Maludin Manihuruk, B. Sc, S.Ip (+)/T. br. Sihotang (Opsi Alin) – Kota Bekasi.

Suhut par Boru: Wasinton Sihotang/E. br. Sitanggang (Depok

Dokumentasi Video ada di sini dengan meng-KLIK LINK ini

PARIBAN DARI SEMARANG

Sabtu, 24 Januari 2026

Sebagaimana telah dijadwalkan pada Kalender Adat pada media website ini dimana telah dilaksanakan kegiatan Patua Hata Marhusip.(versi Jabodetabek) di Aula Gereja HKBP Jln. Cendrawasih Kota Depok Jawa Barat. Sebelum dilakukan kegiatan tersebut terlebih dahulu prosesi patampe marga kepada calon pengantin laki-laki Daniel yang beda suku, halak sileban karena calon suaminya Boru Batak Toba, Tama br. Sihotang (Depok)

Ada 3 hal dalam kehidupan Kita sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak tahu yaitu; rezeki, umur, jodoh. Kita hanya boleh bermohon melalui doa kita, ya Tuhan berikanlah rezeki, umur panjang, jodoh. Hal inilah yang terjadi bagi Tama boru Sihotang dimana Tuhan memilih jodohnya “halak sileban”, Daniel yang berasal dari Kota Semarang, artinya mereka sudah sepakat membangun rumah tangga atas dasar perkawinan Adat Batak Toba. Sementara adat pernikahan Batak Toba kedua calon pengantin harus memiliki marga. Menjadi pertanyaan, marga apa disematkan kepada Daniel (?).

Daniel Manihuruk anak Sorang Magodang dipangku oleh Ibu Adat.

Dalam hal demikian marga yang diberikan kepada Daniel adalah marga suami saudara perempuan dari Ayah si Tama, dalam hal ini marga Manihuruk atau bahasa sapaan adat istiadat Batak Toba, marga Amangborunya si Tama br. Sihotang.

Setelah proses patampe marga barulah acara melamar atau biasa disebut bahasa Adat PATUA HATA MARHUSIP. Kemudian setelah melamar dilanjutkan dengan ibadah pranikah, ikat janji sebelum akhirnya pemberkatan nikah kudus dan Adat Pernikahan Medio Februari 2026.