PASAHAT BATU SULANG DAN KELUARGA BARU

Kegiatan adat di lingkungan Keluarga Manihuruk berturut-turut dalam 2 hari yaitu;

  1. Tanggal 7 Agustus 2026 di Gedung Lestari Graha Girsang Jatiasih Kota Bekasi; dimana Keluarga Nainggolan Pasahat Adat Sulang Sulang Pahompu Keluarga Nicholas Binsar A. Benedictus Nainggolan, SE.Ak, CA, CPA dengan Yudith Sista Ferida R Boru Butarbutar, S.I.Kom, MM. Suhut par Anak: Drs. Mulatua Nainggolan, MM (+)/Ir. Betty br. Saragih Manihuruk, MM (Opnisi Gregory) – Samali Kalibata Jakarta Selatan. Suhut par Boru: Robert Butarbutar, SP/Albine br. Tambunan, S.Pd – Jln. Merak Raya No. 1 Perumahan Sidomulyo Marpoyan Pekanbaru Riau. Acara demi acara berjalan lancar tidak seperti biasanya dimana sebelum pelaksanaan adat terlebih dahulu diawali dengan pemberkatan pernikahan kudus. Karena keadaan seperti itu maka disebut Pasahat Batu Sulang/ Sulang-sulang Pahompu. Artinya Keluarga ini telah melakukan pernikahan tanpa adat Batak Toba sebagaimana adat yang telah dilakukan oleh Leluhur. Dalam bahasa adat disebut “Pajolo holong papudi uhum“. Namun demikian dalam hal kejadian tersebut ada solusinya, yaitu Pasahat Batu Sulang atau sering disebut Pasahat Adat Sulang-Sulang Pahompu. Karena Keluarga Baru membayar adat setelah mempunyai Anak. (Cucu dari Mertua/) Orangtua. Teriring doa semoga Keluarga bahagia dan harmonis sampai Saurmatua. Amin.
  2. Tanggal 08 Agustus 2026; Pemberkatan pernikahan; Theresia Puan Nauli br Manihuruk dengan Christnoel Pratama Siahaan, pukul 08.00 WIB di Gereja HKBP Kramat Jati Jln. Raya Bogor No. 7 Kec. Kramat Jati Jakarta Timur. dan dilanjutkan dengan pelaksanaan adat pernikahan Batak Toba pukul 11.00 WIB di Gedung Sopo Marpikkir Jln. Damai Raya 1 Pulo Gebang Kec. Cakung di Gedung Jakarta Timur.. Suhut par Boru; Alm. Ir. Parlin Manihuruk(+)/ Dra Josarika Rayana br Simatupang (Medan).Suhut Par Anak: Ir. Togu Siahaan/Herlina Tampubolon (+) – Jakarta. Prosesi adat dimana pihak Penerima Adat (par Boru) dengan Pemberi Adat saling balas membalas adat saling menerima dan memberi. Artinya implementasi adat Batak menganut sistim keseimbangan. Menerima & Memberi.

KELUARGA BARU BERE NI MANIHURUK

Sabtu, 25 Juli 2026

Sesuai Kalender Adat Keluarga Manihuruk bahwa hari ini Bere ni Manihuruk telah menerima pemberkatan nikah masing-masing;

  1. Sihol Tampubolon dengan Gita Boru Lumban Gaol. Pemberkatan di Gereja St. Bartolomeus Galaxy Jatiasih Kota Bekasi dan Adat pernikahan di laksanakan di Gedung Mangamputua Gorga 4 Cililitan Jakarta Timur. Suhut par Anak Drs. Rommel Tampubolon/Dra. Hermina br. Manihuruk, MM. – Jakarta Selatan.

    Sihol dengan Gita

    Suhut par Boru Drs. Maradu Lumban Gaol/Dormauli br. Sinaga, A. Md. – Margahayu Kota Bekasi.

    Dokvideonya ada di link terlampir dengan meng-KLIK

  2. Frans Silalahi dengan Bella Boru Lubis. Setelah pemberkatan nikah kudus dilanjutkan adat pernikahan Batak Toba di Gedung Gemilang Batujajar Kota Depok. Suhut par Anak: Ny. Silalahi br. Manihuruk – Kota Depok.

    Frans dan Bella

    Suhut par Anak; Ny. Silalahi br. Manihuruk

  3. Gedung Toton Baho Jatiasih Kota Bekasi. Pesta Unjuk setelah pemberkatan nikah;
    Regina Savira Boru Siregar Siagian, S.Tr.Tra.,M.Sc.(Eng) dengan
    Yohanes Yuana Nataniel Napitupulu, S.ST (TD).

Suhut par Boru; Keluarga Raymond Pandapotan Siregar Siagian, SE (+)/Levirety br Manihurk, A.Md Tanjung Pinang Bangka Belitung.

Suhut par Anak;  Keluarga Usman Napitupulu,SH/Sorta Marlince br. Pakpahan,SH. Kota Bekasi.

Dokvideo (sumber terbatas) ke-2 dan ke-3 dapat di-Klik Link terlampir 

PASADA TAHI RENCANA ULAON ADAT PAMULI BORU

Sabtu, 11 Juli 2026

Keluarga Manihuruk dan Siahaan

Sesuai Kalender Adat Keluarga Manihuruk dimana pada tanggal 8 Agustus 2026 akan dilaksanakan pemberkatan nikah kudus Theresia Puan Nauli br Manihuruk dengan Christnoel Pratama Siahaan. Dan setelah pemberkatan akan dilanjutkan adat pernikahan Batak Toba di Gedung SOPO MARPIKKIR Pulo Gebang Jakarta Timur.

Kel. Manihuruk Jabodetabek pasahat Dekke Siuk.

Namun sebelum acara tersebut ada pertemuan Keluarga Manihuruk, Suhut par Boru dengan domisili Kota Medan dengan par Anak marga Siahaan domisili Jakarta. Artinya prosesi pelaksanaan adat ada perbedaan tanpa mengurangi makna adat itu sendiri, seperti kata pepatah; Lain lubuk lain pula ikannya.

Prosesi adat dimulai dari Kota Medan karena sesuai domisili par Boru, yaitu Marhata Sinamot. Artinya setengah adat sudah dilaksanakan, khususnya adat tu parsunhian, yang cukup lumayan jumlahnya seperti yang disampaikan par Anak kepada Keluarga Manihuruk yang di Jabodetabek. Peserta ketika marhata sinamot kirakira 500 orang.

Mengingat acara pemberkatan dan adat pernikahan akan dilaksanakan di Jakarta, maka perlu ada satu bahasa dalam pelaksanaan adat itu sendiri. Maka pada tanggal 11 Juli 2026 dengan tempat di Aula Veronika, di Lapangan Tmbak Cibubur Jakarta Timur, sebagai pengganti rumah par Boru, Manihuruk dengan maksud Keluarga par Anak dan par Boru satu pemahaman untuk melaksanakan adat sebagaimana biasanya yang pernah dilakukan bersama di Jabodetabek. Dan pada pertemuan tersebut sudah sepakat pelaksanaan adat sebagaimana yang biasa dilakukan di Jabodetabek. Dan selalu mengacu pada prinsip Esensial, Efektif, Efisien (3E).