Tiga Hari Kegiatan Adat

Tanggal 26, 27 dan 28 Februari 2021 merupakan hari bahagia bagi Keluarga Manihuruk karena dalam 3 hari tersebut berturut-turut mengadakan kegiatan adat antara lain;

  1. Jumat, 26 Februari 2021 kegiatan Patua Hata Marhusip, Martumpol dan Martonggo Raja atau lazim disebut jika kegiatan 3M di Salembaran Tangerang antara Keluarga Manihuruk dengan par Boru marga Siahaan, di Aula Gereja HKBP Salembaran. Selesai patua hata Marhusip dilanjutkan Martumpol/Ikat Janji dilaksanakan di Gereja HKBP Salembaran, dimana kedua Keluarga suhut merupakan jemaat di HKBP Salembaran. Calon Pengantin : Rony Agustinus Manihuruk dengan Yanti boru Siahaan.Kegiatan M ketiga adalah Martonggora, yaitu pembagian tugas pada acara hari pemberkatan dan adat pernikahan Batak Toba, karena pihak par Anak yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta. Bahasa adatnya Rumang ni Ulaon Taruhon Jual. Pemberkatan pernikahan kudus di Gereja HKBP Salembaran Kota Tangerang pada tanggal 13 Maret 2021 di rumah Keluarga par Anak marga Manihuruk.
  2. Sabtu, 27 Februari 2021; kegiatan adat yang sama seperti kegiatan pada 1 hari sebelumnya yang di Salembaran Tangerang. Bedanya jika di Salembaran Tangerang, marga Manihuruk sebagai par Anak sementara di Jakarta tepatnya di Aula Gereja HKBP Duren Sawit Jakarta Timur, marga Manihuruk sebagai pihak par Boru. Kegiatan adat Patua Hata Marhusip dimulai pada pukul 09.00 WIB lalu dilanjutkan dengan Martumpol di Gereja HKBP Duren Sawit Jakarta Timiur. Selesai Martumpol dilanjutkan dengan kegiatan M ketiga yaitu Martonggoraja Keluarga Manhuruk dan Ria Raja di Keluarga Samosir sebagai par Anak. Karena hasil kesepakatan ketika acara Marhusip bahwa Rumang ni Ulaon adalah Alap Jual. Pihak Keluarga par Anak yang mendatangi rumah Keluarga Manihuruk.Rencana pemberkatan nikah kudus dan adat pernikahan dilaksanakan di Graha Delima Kalimalang pada Kamis, 11 Maret 2021. Pada hari yang sama Keluarga Manihuruk juga mengadakan Lamaran/Patua Hata Marhusip ke Klaten Jawa Tengah karena Poda Manihuruk mendapat jodohnya dari Suku Jawa (bukan Batak).Murnin Markis. Rencana pelaksanaan pemberkatan dan adat pernikahan di Lubuk Pakam Sumatera Utara.
  3. Sabtu, 28 Februari 2021; Kegiatan adat Martonggoraja saja, karena acara Patua Hata dan Marhusip telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Sedianya acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Februari 2021, namun karena waktunya dengan Keluarga lainnya, maka Keluarga Ny. Berlin Saragih Manihuruk br. Sitompul menggeser kegiatan ke tanggal 28 Februari 2021. Rencana pemberkatan dan adat pernikahan tanggal 13 Maret 2021 di Graha Delima Kalimalang Jakasampurna Kota Bekasi. Rumang ni Ulaon Taruhon Jual, pihak par anak yang menjadi bolahan Amak/Tuan Rumah.

 

 

Keluarga Manihuruk Berduka

Ada tertulis: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, jalanmu bukan jalan-Ku”. Itulah yang terjadi di Keluarga Manihuruk dan Sagala, atas meninggalnya Dorvan Sagala – Bp. Cleo (usia 41 Tahun) na nihabaluhon ni Boru nami: Nai Cleo Sagala br. Simanjuntak tinggal di Slipi Jakarta Barat. Bp. Cleo Sagala, Bere Manihuruk, dijou Tuhan tu lambungna Selasa, 23 Februari 2021 di RS Siloam Kuningan Jakarta Selatan. Dan hari ini Rabu, 24 Februari 2021, acara adat partuatna pasahat Ulos Saput sian Tulang Raja Simanihuruk dan Ulos Tujung sian Hulahula Raja Simanjuntak di rumah duka RS Harapan Kita Jakarta Barat. Dengan ini Punguan PRSBB Jabodetabek menyampaikan turut berdukacita semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur. Tuhan memberkati. Amin

Dokumentasi Video Klik Saja

Keluarga Baru

Syarat Utama taat dan wajib mengikuti Protokol Kesehatan.

 

 

 

 

Walaupun suasana banjir hari ini Sabtu, 20 Februari 2021 (di Jabodetabek) acara pemberkatan Nikah Kudus antara Andreas Richy Sihotang dengan Rhut Ester Noviyanti br. Manihuruk dilaksanakan di Gereja HKBP Harapan Jaya 2 Bekasi Utara. Dan setelah selesai pemberkatan acara dilanjutkan ke Gedung Graha Cibening Kota Bekasi.yaitu resepsi dan Adat Pernikahan Batak Toba. Tata Laksana Adat disesuaikan dengan kondisi masa pandemi. Artinya tanpa mengurangi nilai adat itu keduaSuhut par Boru dan par Anak melalui Juru Bicara/Parsinabung telah sepakat memperpendek durasi penyelenggaraan pesta antara lain menyampaikan Suhi ni Ampang Na Opat saja disampaikan satu per satu, dan lainnya seperti Todoan Panandaion diserahkan sekaligus, kecuali ke Punguan Marga. Begitu juga dengan mangulosi dibatasi juga hanya 6 lembar saja disampaikan dengan herbang dari par Boru. Lainnya diganti dengan uang saja, kecuali Ulos ke Punguan. Acara dimulai pukul 12.00 WIB dan selesai pukul 16.30 WIB.

Suhut par Boru : St. Maringan Manihuruk/br. Sihaloho – Am. Mega – Kali Abang Kota Bekasi.