MUSIBAH KEBAKARAN

Kamis, 30 Maret 2026.

Keluarga Manihuruk mengalami kebakaran rumah di Huta Lumban Rango Sidabagas Kecamatan Pangururan Samosir. Andapun keluarga yang mengalami musibah tersebut adalah Keluarga Peran Manihuruk/br. Situmorang (Am. Yunika ). Rumah tersebut merupakan peninggalan Ompung mereka.

Dan Keluarga Manihuruk khususnya yang berada di Samosir melalui Punguan Pomparan Raja Simanihuruk Boru Bere (Punguan PRSBB) Samosir mengunjungi lokasi kebakaran dan sekaligus menyampaikan songon ganti ni boras pir, sebagai wujud kepedulian terhadap Keluarga yang mengalami musibah tersebut. Semoga Keluarga tabah dan kiranya cepat dibangun kembali.

Mewakili Keluarga: Am. Yunika menerima ganti ni boras pir dari Pengurus

KEGIATAN KELUARGA MANIHURUK

Minggu, 26 April 2026

Kegiatan Keluarga Manihuruk di Karangsari P. Siantar untuk bulan April 2026 dilaksanakan di rumah keluarga A. Manihuruk/br. Sinaga.

Tandangan Penerima

Sementara itu, pada hari yang sama Keluarga Manihuruk di Jabodetabek yaitu Sektor Pondokgede mengadakan pertemuan tatap muka bulanan dengan giliran Keluarga Antonius Sinaga/br. Manihuruk (Am. Caroline) di Jln. Tarumanegara Jatiranggon Pondokgede. Dan pada kesempatan pertemuan tersebut Punguan melalui Pengurus menyampaikan kewajiban Punguan kepada Anggota yang telah pulih kembali kesehatannya setelah menjalani di perawatan di RS lebih dari 3 hari.

Bendahara Sektor menyerahkan kepada Mama Rahan

Op. Agatha Manihuruk br. Naibaho mewakili Pengurus Pusat

Antara lain kepada Ny. Pasaribu br. Manihuruk (Op. Renata Boru) dan Inang Mama Rahan Manihuruk br. Sitompul. Semoga tetap sehat dan Salam Sehat.

Dok. Foto Bersama

ADAT PARPUDI SAURMATUA OP. MIKAEL

Jum’at, 24 April 2026

Di Rumah Duka Sopo Gabe Harjamukti Cimanggis Depok, berseberangan dengan TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur telah dilaksanakan 2 kegiatan dalam 1 hari yaitu Pasada Tahi pagi harinya dan langsung dilanjutkan dengan Adat Saurmatua.

Tulang Raja Situmorang pasahat Ulos Saput

Selama ini kegiatan adat di Jabodetabek kedua kegiatan adat tersebut dilakukan pada hari yang berbeda. Dan ternyata adat Saurmatua Op. Mikael Manihuruk bisa dilaksanakan dalam 1 hari, mulai pasada tahi hibgga adat partuat na.

Hulahula Raja Nainggolan Hutabalian pasahat Ulos Sampetua

Acara demi acara berjalan lancar sesuai hasil Tonggoraja/Pasada Tahi pagi harinya. Dan acara adat selesai 13.45 WIB dan dilanjutkan dengan ibadah tutup peti dari Gereja Katolik Cijantung Jakarta Timur dan dimakamkan di TPU Susukan Jakarta Timur.

Dok. Keluarga Op. Mikael Manihuruk