Sukacita dan Dukacita

Hata ni namatua mandok: Ramba ni sipoholon hatubuan ni lata, Las ni roha dohot sitaonon sude do i ma sian Debata dan ada tertulis, “sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, jalanmu bukan jalan-Ku”. Dokumentasi Ulaon Adat terlampir dengan meng-Klik

 

Umpasa dan nats Alkitab ini terjadi pada hari ini, dimana satu Keluarga bersukacita dan satu sisi lain Keluarga berdukacita. Sukacita ialah bahwa hari ini telah berlangsung pemberkatan nikah Kudus bagi Keluarga Baru; Antonius Sihaloho (Bere ni Manihuruk) dengan Sanni br. Situmorang dan Keluarga juga sedang berduka dengan meninggalnya Amang yang kita kasihi Amang Liver Manihuruk – Op. Vilo Doli usia 66 tahun di RS Polri Kramatjati Jum’at, 3 Desember 2021 pukul 20.00 WIB. Sebagai informasi bahwa Antonius Sihaloho, Pengantin Pria, adalah Bere ni Almarhum Liver Manihuruk.

Jadi suka dan duka terjadi secara bersamaan dalam satu Keluarga.

Berita Dukacita

Selasa, 30 November 2021 telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Inang yang kita kasihi, Sondang br. Purba (Nai Anne), usia 51 tahun na nihabaluhon ni Amang Pungu Manihuruk pukul 03.40 WIB di RS Persahabatan Jakarta Timur, setelah sempat menjalani perawatan di RS tersebut selama 2 minggu. Pada masa advent minggu pertama, selaku Umat pengikut Yesus Kristus, diharapkan berita gembira yang terjadi pada kehidupan kita. Namun kita harus menyadari bahwa hidup kita diatur oleh yang Maha Kuasa, seperti ada tertulis; “sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, jalanmu bukanlah jalan-Ku”. Itulah kenyataan yang terjadi kepada Saudara kita, Pungu Manihuruk, harus berpisah untuk selamanya dari isteri tercinta yang relatif masih muda.

Parhalado HKBP Jatiwaringin Jakarta Timur

Dan hari ini Rabu, 01 Desember 2021 sesuai kesepakatan bersama Keluarga yang berduka dengan horong ni Hulahula, Raja Purba dan Tulang, Raja Situngkir. Acara pasahathon ulos parpudi, Ulos Saput dimulai pada pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan Tulang Raja Situngkir, pasahat ulos Tujung kepada Berenya, Pungu Manihuruk. Mengingat Inang Sondang br. Purba meninggalkan 1 orang putri, Anne br. Manihuruk, kelas 5 SD. Artinya dari riwayatnya maka jenis kematian dalam bahasa adat disebut MATOMPAS TATARING. Dengan jenis adat orang meninggal seperti ini tidak ada ulos holong, hanya 2 jenis saja yaitu Ulos Saput, kepada yang meninggal dan Tujung, kepada Ama namanghabaluhon ( baca: Duda/Mabalu).

Setelah acara adat yang singkat selanjutnya acara dilanjutkan dengan ibadah tutup peti yang dipimpin oleh Parhalado Gereja HKBP Jatiwaringin Jakarta Timur. Setelah selesai acara tutup peti jenazah diberangkatkan ke TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan.

Dengan ini Keluarga Manihuruk menyampaikan turut berdukacita. Semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur. Amin.