BERITA DUKA KEDUA

Dalam satu hari ini Keluarga Besar Manihuruk kehilangan 2 orang ; satu di Karawang dan satu lagi dari Bonapasogit Lumban Suhisuhi, yaitu Ny. Manihuruk br. Batubara (Mama Leo) meninggal dunia Rabu, 19 Agustus 2020 Pukul 05.00 WIB di  RS Mitra Sejati Medan. Rumah Duka di Lumban Suhisuhi Kabupaten Samosir. Atas nama Keluarga Besar Manihuruk Boru Bere Jabodetabek turut berdukacita, semoga Keluarga cepat terhibur. Tuhan memberkati.

BERITA DUKA

Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga Amang Parasian Manihuruk (Am. Elfrida – Usia 42 Tahun) na nihabaluhon ni Inang boru Pasaribu (Nai Elfrida) hari ini Rabu, 19 Agustus 2020 di Purwosari Karawang Karawang. Harapan Keluarga, menghendaki Almarhum dikebumikan di Bonapasogit. Namun karena situasi masa pandemi covied-19 kemungkinan sulit terpenuhi.

KELUARGA BARU

Hari ini Sabtu, 8 Agustus 2020 pada masa pandemi covid-19,  merupakan hari spesial bagi kedua mempelai Indra Manihuruk dengan Yenny Marlinda Telaumbanua, setelah sukses mengikuti pemberkatan nikah Kudus di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Kasih Bapa, Jalan Pattimura Ujung Pematang Siantar Sumut. Setelah pemberkatan acara dilanjutkan dengan resepsi di Jalan Pane No. 6A Kelurahan Toba P. Siantar. Artinya bahwa selaku orang Batak Toba, bahwa pernikahan sangat sakral dengan adat. Karena melalui adat pernikahan Batak Toba merupakan sarana dan implementasi falsafah Batak Toba, DALIHAN NA TOLU. Memang dalam pernikahan di atas bukan pernikahan sesama orang Batak Toba, sehingga tahapan pelaksanaan adat ada tambahan proses adat, yaitu mempelai perempuan harus terlebih dahulu diangkat menjadi Keluarga Batak Toba, dalam bahasa Batak disebut MANGAIN.  Tahapan ini barangkali menjadi pertimbangan bagi Keluarga kedua belah pihak, sehingga menunda pelaksanaan adat istiadat Batak Toba. Akhir kata kami atas nama Keluarga Besar Manihuruk Boru Bere Jabodetabek, menyampaikan Selamat menempuh hidup baru. Semoga Keluarga Bahagia Harmonis sampai Saurmatua. Tuhan memberkati. Amin