RATAS RAJA SITEMPANG

Kamis, 29 Januari 2026

Setelah MUBES Punguan Raja Sitempang Indonesia pada bulan November 2025, Ketua terpilih mengadakan Rapat Terbatas untuk melengkapi kepengurusan Raja Sitempang Indonesia Periode 2026-2030 di Lapo Roma Catering Jln. Pintu 2 TMII Jakarta Timur. Peserta rapat terdiri dari Pengurus Sohe Raja Sitempang; Sitanggang, Sigalingging (pengurus tidak hadir), Simanihuruk, Sidauruk, Mpu Bada.

Adapun struktur organisasi Punguan periode 2026-2030 terdiri dari; Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, BPH. BPH terdiri dari; Ketua, Sekretaris, Bendahara, Bidang (7 Bidang). Pola penyusunan pengurus adalah setiap marga sohe mengirimkan nama-nama untuk mengisi semua struktur seperti disebutkan di atas.

Dan pada pertemuan tersebut disepakati pelantikan akan dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026 di Gedung Pertemuan Sejahtera Jalan Raya Pondokgede Jakarta Timur.

BONA TAON 2026

Keluarga Manihuruk Sektor Padang Bulan Dan Sekitarnya Kota Medan bersyukur bersama atas berkat tahun2 sebelumnya dan berharap Tahun 2026 kehidupan semakin baik dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetap solid Keluarga Besar Pomparan ni Ompungta Raja Simanihuruk dengan mengandalkan ♥️KASIH ♥️

Klik bonataon

Keluarga Manihuruk Bogor; klik manihurukbogor

Keluarga Manihuruk Pondokgede; klik; manihurukpondokgede

PARIBAN DARI SEMARANG

Sabtu, 24 Januari 2026

Sebagaimana telah dijadwalkan pada Kalender Adat pada media website ini dimana telah dilaksanakan kegiatan Patua Hata Marhusip.(versi Jabodetabek) di Aula Gereja HKBP Jln. Cendrawasih Kota Depok Jawa Barat. Sebelum dilakukan kegiatan tersebut terlebih dahulu prosesi patampe marga kepada calon pengantin laki-laki Daniel yang beda suku, halak sileban karena calon suaminya Boru Batak Toba, Tama br. Sihotang (Depok)

Ada 3 hal dalam kehidupan Kita sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak tahu yaitu; rezeki, umur, jodoh. Kita hanya boleh bermohon melalui doa kita, ya Tuhan berikanlah rezeki, umur panjang, jodoh. Hal inilah yang terjadi bagi Tama boru Sihotang dimana Tuhan memilih jodohnya “halak sileban”, Daniel yang berasal dari Kota Semarang, artinya mereka sudah sepakat membangun rumah tangga atas dasar perkawinan Adat Batak Toba. Sementara adat pernikahan Batak Toba kedua calon pengantin harus memiliki marga. Menjadi pertanyaan, marga apa disematkan kepada Daniel (?).

Daniel Manihuruk anak Sorang Magodang dipangku oleh Ibu Adat.

Dalam hal demikian marga yang diberikan kepada Daniel adalah marga suami saudara perempuan dari Ayah si Tama, dalam hal ini marga Manihuruk atau bahasa sapaan adat istiadat Batak Toba, marga Amangborunya si Tama br. Sihotang.

Setelah proses patampe marga barulah acara melamar atau biasa disebut bahasa Adat PATUA HATA MARHUSIP. Kemudian setelah melamar dilanjutkan dengan ibadah pranikah, ikat janji sebelum akhirnya pemberkatan nikah kudus dan Adat Pernikahan Medio Februari 2026.