Keluarga Baru

Immanuel Gultom dengan Nesya br. Manihuruk

Jum’at, 04 November 2022; Sesuai hasil kesepakatan ketika Patua Hata Marhusip antara Keluarga Manihuruk dengan marga Gultom pada tanggal 14 Oktober 2022 di Lapo Danau Toba Cikarang Barat Kabupaten Bekasi bahwa pelaksanaan pemberkatan nikah dan adat pernikahan Immanuel D Gultom dengan Nesya Tabita boru Manihuruk telah dilaksanakan.

Suhut par Boru

Pasahat Ulos Punguan

Setelah dimulai marsibuhabuhai pukul 08.00 WIB di rumah Suhut par Boru di Jalan Garuda Jatimulya Bekasi, acara dilanjutkan dengan pemberkatan nikah di Gereja Tiberias Indonesia. Dan setelah pemberkatan kegiatan Adat diselenggarakan di Graha Sintesa Jln. Inpres Rawa Lumbu Kota Bekasi yang dimulai pada pukul 11.30 WIB yang semula dijadwalkan pada pukul 11.00 WIB.

Mengingat bahwa par Boru dan par Anak berasal dari Huta yang berbeda dimana par Anak berasal dari Toba sementara par Boru dari Simalungun. Agar dalam pelaksanaannya terpenuhi unsur adat kedua belah pihak Suhut maka dalam pelaksanaannya semi adat Simalungun walaupun secara umum adalah Adat Toba. Dikatakan semi karena ketika menyambut kedatangan Tondong (Hulahula) ni par Boru, yang disebut mangalo-alo Sibiak Tondong dengan manurdukhon demban pangalo-aloan. Dan adat Simalungun berikutnya yaitu sebelum memulai acara adat marhata Adat terlebih dahulu Suhut par Boru pasahathon demban salpu mangan dan berikutnya jenis Ulos Hela dan Ulos Passamot keduanya ulos (hiou). Simalungun.

Suhut par Boru: Rikson Manihuruk/Sanjuniati br. Girsang – Kota Bekasi

Suhut par Anak : Retman Gultom, S. Pd/Jojor Simaremare, S. Pd – Bunturaja Sidikalang Dairi Sumatera Utara

Patua Hata Marhusip Virtual

Sesuai kalender Adat Keluarga Manihuruk, hari ini Sabtu, 29 Oktober 2022 telah dilaksanakan acara adat Patua Hata dan Marhusip secara virtual karena calon Pengantin tidak hadir. Maka sebagai media perantara untuk menghadirkan dan konfirmasi rencana kedua calon Pengantin dilakukan dengan cara video call. Hal ini wajib dilakukan mengingat  rencana mereka akan membentuk rumah tangga baru sudah sampai ke ranah Natuatua ni Keluarga Manihuruk dan Manurung.Kegiatan inilah yang disebut PATUA HATA.

Buat Calon Pengantin

Setelah Keluarga Manihuruk setuju dan menerima misi pertama mereka (Keluarga Manurung), Patua Hata, maka pada kesempatan yang sama mereka bermohon kiranya misi kedua mereka adalah Marhusip-husip nagogo. Dalam acara ini sudah dibicarakan materi marhata SINAMOT dan pesta unjuk setelah pemberkatan. Teknis adat seperti ini berbeda dengan di luar Jabodetabek. Seperti baru – baru ini yang terjadi di P. Siantar dimana pihak par Boru bermukim di P. Siantar sementara par Anak tinggal di Jabodetabek, istilah adat Patua Hata Marhusip tidak ada, yang biasa digunakan adalah bahasa adat; MARPUDUN SAUT, menjelang hari pemberkatan dan pesta unjuk, atau paling lama satu minggu menjelang pemberkatan nikah Kudus. Namun demikian teknis pelaksanaan adat boleh beda akan tetapi kualitas adat yang disampaikan dan diterima sama saja.

Khusus kegiatan hari ini yang agak unik adalah kedua calon mempelai tidak hadir, karena alasan pekerjaan di luar pulau Jawa, maka Keluarga Manihuruk dengan marga Manurung sebagai par Anak, sudah saling percaya bahwa kedua calon Pengantin tidak akan mengkhianati apa yang sudah diputuskan kedua belah pihak atas rencana mereka untuk membentuk rumah tangga. Semoga kesepakatan SUHUT dapat dilaksanakan pada waktunya lancar dan sukses. Amin

Setelah sepakat bahwa Rumang ni Ulaon Adat adalah Taruhon Jual, par Anak marga Manurung yang menjadi bolahan Amak/Tuan Rumah, par Boru yang datang ke rumah par Anak.

Dengan demikian walaupun par Boru yang mendatangi rumah keluarga par Anak marga Manurung, tetap ada pembagian tugas yang disebut Mar Ria Raja agar apa yang dipersiapkan par Anak bisa kerja sama demi kelancaran pesta dan di pihak par Anak pembagian tugas disebut dalam bahasa adat, Martonggo Raja.

Op. Elva raphon Inanta pasahat Dekke Siuk

Kegiatan mar Ria Raja tersebut dimanfaatkan juga pendistribusian Undangan dan pasahat Dekke Sibuk kepada Suhut, tandanya Keluarga Manihuruk sisada anak jala sisada Boru.

Suhut pasahathon Undangan secara simbolis

Sebelum pulang, par Boru foto bersama

Suhut par Boru : Kel. Elimar Manihuruk/br. Sihotang – Jambi dan K. Manihuruk, SKM/ br. Silalahi (Op. Shevania/Am. Okky).

Suhut par Anak;

Ramal Manurung/Berliana Lisken br. Sirait – Jln. Raya Cilebut Timur Kabupaten Bogor.

Keluarga Baru Vicky dan Veli

Sesuai kalender Adat Keluarga Manihuruk bahwa hari ini Selasa, 25 Oktober 2022 telah berlangsung pemberkatan nikah: Vicky Fernandez Efrain Manihuruk dengan Veli Nasrani br. Simanjuntak di Gereja HKBP Simpang Panei Jalan Seribu Dolok P. Siantar Sumatera Utara. Dan setelah pemberkatan acara adat dilanjutkan ke SOPO GODANG HKBP Jln. Gereja No. 35 P. Siantar.

Atas kerjasama dengan Pengurus Wilayah Punguan PRSBB Kota Madya P. Siantar bersama Haha Anggi Boru Bere acara demi acara berjalan lancar dan sukses sesuai konsep kedua belah pihak Suhut. Untuk itu kami dari Pengurus Punguan Pomparan Raja Simanihuruk Boru Bere Jabodetabek mengapresiasi dan terimakasih atas kerjasamanya.

Suhut par Anak: K. Manihuruk/br. Malau (Am. Frans) – Kota Bekasi

Suhut par Boru; Panombeian Panei Kabupaten Simalungun.