Sabtu, 24 Januari 2026
Sebagaimana telah dijadwalkan pada Kalender Adat pada media website ini dimana telah dilaksanakan kegiatan Patua Hata Marhusip.(versi Jabodetabek) di Aula Gereja HKBP Jln. Cendrawasih Kota Depok Jawa Barat. Sebelum dilakukan kegiatan tersebut terlebih dahulu prosesi patampe marga kepada calon pengantin laki-laki Daniel yang beda suku, halak sileban karena calon suaminya Boru Batak Toba, Tama br. Sihotang (Depok)
Ada 3 hal dalam kehidupan Kita sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak tahu yaitu; rezeki, umur, jodoh. Kita hanya boleh bermohon melalui doa kita, ya Tuhan berikanlah rezeki, umur panjang, jodoh. Hal inilah yang terjadi bagi Tama boru Sihotang dimana Tuhan memilih jodohnya “halak sileban”, Daniel yang berasal dari Kota Semarang, artinya mereka sudah sepakat membangun rumah tangga atas dasar perkawinan Adat Batak Toba. Sementara adat pernikahan Batak Toba kedua calon pengantin harus memiliki marga. Menjadi pertanyaan, marga apa disematkan kepada Daniel (?).

Daniel Manihuruk anak Sorang Magodang dipangku oleh Ibu Adat.
Dalam hal demikian marga yang diberikan kepada Daniel adalah marga suami saudara perempuan dari Ayah si Tama, dalam hal ini marga Manihuruk atau bahasa sapaan adat istiadat Batak Toba, marga Amangborunya si Tama br. Sihotang.

Setelah proses patampe marga barulah acara melamar atau biasa disebut bahasa Adat PATUA HATA MARHUSIP. Kemudian setelah melamar dilanjutkan dengan ibadah pranikah, ikat janji sebelum akhirnya pemberkatan nikah kudus dan Adat Pernikahan Medio Februari 2026.

Telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga Amang:
Sumber Info:
Sumber Info: