Ulos Mula Gabe

Ulos mula gabe merupakan tanda kepedulian Orangtua kpd anaknya yang sedang mengandung anak pertama setelah usia kandungan sudah 7 bulan. Kegiatan seperti ini ada yang melakukan dan ada juga tidak melakukannya, tergantung kepada Keluarga masing-masing. Dulu sebelum ada agama di Tano Batak, kegiatan serupa disebut Pasahat Ulos Tondi (bukan sesama manusia yg memberikan roh/tondi) lalu setelah agama dikenal oleh orang Batak maka mereka berkesimpulan bahwa semua yang di dunia ini adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka kegiatan tsb diganti menjadi Ulos Mula Gabe. Dengan doa dan harapan semua Keluarga asa marmula na denggan marmula angka nauli bagi Keluarga Baru pada masa-masa yang datang untuk kehadiran keturunan berikutnya. Dan pada hari ini Minggu, 28 Juli 2019 setelah diawali ibadah kebaktian Minggu, mertua selaku Hulahula dari Marthen Manihuruk/Tania br. Panjaitan (Keluarga Baru) datang ke rumah mereka utk menyampaikan Ulos Mula Gabe di Aula Lapo Mora Tabo Cikini Jakarta Pusat. (songon sikkat ni bagas nasida). Tentunya sebelum menyampaikan Ulos tsb. terlebih dahulu Hulahula memberikan ikan mas (dekke) dan menyuapi calon Ibu/Bapa. Hadir juga Ompung Bao dan Ompung Suhut (usia 93 tahun) menyuapi mereka doa tetap bersyukur kpd Tuhan Maha Pengasih yg telah memberkati Keluarga Baru (tepatnya pemberkatan nikah tgl 14 Okt 2017 yg lalu). Selesai acara dari pihak Hulahula Panjaitan, maka sebelum mangampu Keluarga Baru manomba Hulahulanya dengan memberikan piso-piso (baca: uang) sebagai tanda rasa hormat dan terimakasih atas kedatangan Hulahula dan Rombongan. Kemuadian selesai membagi-bagikan uang dlm amplop, Keluarga mangampu hata na ulia hata pasu gabe sian Hulahula dan Ompung Suhut, Ompung Bao. Didok natua-tua ; uli anduhur titi, bolon anduhur tabu. Hata pasu gabe naung pinasahat dht hata na uli denggan ma i antong ampuon nami martonga ni jabu. Boti ma. Sebagai penutup acara Hulahula Panjaitan menutup dengan doa. (op. agatha/ap. maria)

Keluarga Baru

Selamat menempuh hidup baru Bere ni Manihuruk, Markus Nainggolan Lbn Siantar/br. Manalu, yg telah menerim pemberkatan nikah di GKPI Rawa Mangun Jakarta Timur. Dan dilanjutkan dengan resepsi dan adat pernikahan Batak di Gedung Pertemuan Sejahtera Jakarta Timur. Posisi Manihuruk dua panjouon ima Hulahula dan Hulahula Anak Manjae, dan sekaligus sijalo Titi Marangkup.(Tulang ni Pangoli). “Dangka ni hau dulang, baen panjomuran rere, Sian dia mangalap boru bere, tong doi boru ni Tulang”. Hot pe jabu i, hot ma i margulang-gulang, molo boru Manalu pe dialap Bere i, tong doi boru Manihuruk boru ni Tulang”.

Bupati Samosir

Hari pertama pesta Manihuruk tepatnya pada tanggal 5 Juli 2019 Bupati Samosir beserta stafnya datang memenuhi Undangan Panitia. Pada kesempatan tersebut Bupati Samosir Bapak Rapidin Simbolon menyampaikan pesan-pesan khususnya kepada Pomparan Raja Simanihuruk yg ada di perantauan supaya ikut mendukung pembangunan Kabupaten Samosir. Dan pada kesempatan tersebut Bapak Bupati juga menyampaikan niat dan akan berusaha berkoordinasi dengan pihak DPRD Kabupaten Samosir untuk mewujudkan salah satu jalan protokol di Kabupaten Samosir menjadi Jalan MayJen (Purn) AE Manihuruk, sebagai putra daerah yang telah mengadikan dirinya kepada NKRI dan secara khusus perhatian beliau akan pembangunan Kabupaten Samosir. Setelah Rombongan manortor yang dipimpin langsung oleh Pak Bupati dimana beliau paham akan tata cara maminta Gondang mulai Gondang Mula-mula, Gondang Mangaliat dan akhirnya sebagai gondang penutup Gondang Sitiotio dan Hasahatanna. Selesai manortor yg merupakan adat jika menghadiri pesta, Panitia mempersilakan Rombongan agar mencicipi makanan yang telah disediakan sebelum meninggalkan lokasi pesta di pelataran Tugu Raja Simanihuruk. Mauliate ma Amang Bupati Samosir.