BERITA DUKA

Seperti kata pepatah ; “Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”. Demikian juga yang terjadi di Keluarga Besar Manihuruk Jabodetabek, dimana dalam tempo 1 minggu terakhir ini terjadi 3 keluarga kemalangan. Pertama tanggal 22 November 2020  Ny. Jonner Manihuruk br. Sinabutar, domisili Bintara Bekasi Barat.Adatnya dilaksanakan di rumah duka Bintara 9 Bekasi Barat Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat, pemakaman di Bonapasogit, Banjardolok Sidabagas Samosir..

Lalu yang kedua pada tanggal 28 November 2020 Ketua Wilayah Jakarta Pusat Punguan PRSBB Jabodetabek, Amang Tony Jago Manihuruk (Ap. Maria) – usia 63 tahun.domisili Kramat Lontar Jakarta Pusat. Pemakaman di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur, setelah adatnya dilaksanakan di Rumah Duka RS DGI Cikini Jakarta Pusat.

Dan kemalangan yang ketiga adalah Ny. Jadiaman Manihuruk br. Karokaro (Op. Liora Boru) usia 66 tahun, domisil Cempaka Putih Jakarta Pusat pada tangggal 29 November 2020 di RS DGI Cikini Jakarta Pusat. Pemakaman di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur sesuai protokol covid-19. Almarhumah sudah cukup lama menjalani perawatan karena pendarahan di otak, namum dalam masa perawatannya tidak ada yang tahu kapan covid tertular ke Inang Op. Liora Boru, pemakaman dilakukan dengan Protokol Kesehatan Covid-19..

Keluarga Besar Manihuruk Jabodetabek turut berdukacita, semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur dengan kasih Tuhan Yesus.

Pangarapoton Dan Adat Orang Meninggal

Senin, 23 November 2020 pukul 19.00 WIB dilaksanakan acara pangarapoton sehubungan dengan meninggalnya Inang Siti Suharni br. Sinabutar (Nai Alvin Manihuruk) Minggu, 22 November 2020 usia 48 tahun, ima na nihabaluhon ni Amang Ir. Jonner Manihuruk (Am. Alvin). Adapun tujuan pangarapoton adalah untuk membuat kesepakatan antara Keluarga yg berduka dalam hal ini marga Manihuruk dengan Hulahula dan Tulang. Dimana Hulahula adalah Raja Sinabutar dan Tulang Raja Situngkir serta Tulang Rorobot Raja Simarmata. Hulahula dan Tulang hanya 3(tiga) mengingat kategori Inang yang meninggal ini belum mempunyai cucu, artinya anak-anak almarhumah belum ada yang berkeluarga. Kategori meninggal seperti ini tidak dikendaki oleh setiap Keluarga Batak. Karena tidak terpenuhi doa dan harapan ketika mereka diberkati dan diadatkan pada pesta unjuk. Semua hadirin baik pihak par Boru dan par Anak, apalagi doa dari Hulahula+Tulang, mendoakan agar Keluarga yang memili anak laki-laki dan perempuan sampai Saurmatua. Titir maranak marboru, dihaliangi Pahompu sian anak dohot Boru. Namun seperti ada tertulis firman Tuhan; Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Acara adat sebelum pemakaman dilaksanakan esok harinya setelah pangarapoton Selasa, 24 November 2020. Inti acara hanya menyampaikan ulos Saput dari Hulahula Raja Sinabutar dan Ulos Tujung dari Tulang Raja Situngkir, sesuai permintaan mereka. Konsep dari keluarga Manihuruk semula adalah kedua Ulos tersebut semua dari Hulahula Raja Sinabutar.

Tempat peristirahatan terakhir akan dimakamkan di Bonapasogit, Banjardolok SAMOSIR.

Satu Hari Tiga Keluarga Melaksanakan Adat

Hari ini Sabtu, 21 November 2020 sebagaimana telah dijadualkan pada Kalender Adat, ada 3 kegiatan ; antara lain ;

1). Pamuli Boru di Aula GPIB Koinonia Kp. Tengah Jakarta Timur Keluarga Manihuruk dengan marga Purba, par Anak.

2). Kegiatan adat kedua ada di Jambur Merga Silima Cibubur Jakarta Timur, sebelum adat Batak Toba, terlebih dahulu dengan Adat Batak Karo, antara Keluarga Nainggolan dgn marga Sitepu. Posisi adat Manihuruk adalah sebagai Hulahula ni Par Anak, Nainggolan. Mengingat situasi masih dalam masa pandemi, Pengantin sudah menerima pemberkatan nikah Kudus pada tgl 10 Oktober 2020 yang lalu. Hari ini kegiatan difokuskan pelaksanaan adat istiadat baik Adat Karo maupun Batak Toba.

3). Kegiatan adat ketiga dilaksanakan di Aula GKPS Kp. Kayu Ringin Bekasi Selatan, yaitu Maralop adat Simalungun, seperti Marhusip adat Batak Toba. Keluarga Manihuruk dengan marga Purba Siboro, selaku par Anak.