Ulaon Adat Perdana 2022

SUHUT

Ap. Weldo Manihuruk/br. Sihombing, pasahat Ulos tu Punguan Sihotang.

Dalam hal rencana membentuk Keluarga Baru, tidak selamanya terlaksana sesuai tahapan – tahapan yang diamanatkan oleh Adat Batak Toba seperti tahapan awal dimulai dengan marhorihori dinding, tahapan ini merupakan perkenalan antara Keluarga kedua calon Pengantin, lalu jika dalam tahapan ini sudah ada kesepakatan rencana calon Pengantin dengan adat Batak Toba maka rencana berikutnya dilanjutkan untuk menentukan waktu berikutnya kapan dilaksanakan pelamaran yang disebut dalam bahasa Adat, PATUA HATA/MARHUSIP, dilanjutkan dengan Martumpol, Martonggo Raja/Marria Raja (Wilayah Jabodetabek). Tahapan terakhir adalah Pemberkatan dan Adat Pernikahan. Di luar tahapan ini dapat dikatakan belum mematuhi Adat Istiadat pernikahan karena kemungkinan? ada hal-hal yang menjadi pertimbangan di antara kedua belah pihak Keluarga calon Pengantin laki-laki dan perempuan. Peristiwa seperti ini biasa disebut dalam bahasa Batak Toba, Pajolo Holong Papudi Uhum ada juga yang menyebutnyatarsuruk tohang”. Semua karena CINTA. Dalam hal pernikahan demikian, maka solusi adat pernikahannya disebut Pasahat Sulang-sulang Pahompu. Artinya Keluarga tersebut tetap patuh akan adat dan membayar/manggarar adat walau sudah punya Anak (Pahompu). Anting doa kami, seperti kata Umpasa: Denggan Ulos si Rara tiur-tiur dohot rambuna sisina marsimata marsirat di punsuna, Sai manumpak ma Amanta Debata,  dipasupasuna ma hamu sahat tu SAURMATUA. Eeemmaaa Tuuutuuuu…

Penutup acara: Pasahat Olop-olop.

Keluarga Manihuruk pada tahun ini, ulaon adat diawali di penghujung bulan Maret 2022, tepatnya pada hari Sabtu, 26 Maret 2022 yaitu Adat Pasahat Sulang-sulang Pahompu keluarga Joko Sihotang/Lena br. Manihuruk (Am. Eben) di Aula Gereja HKBP Bakom (Batak Kompak) Cileungsi Kabupaten Bogor. Mereka tinggal di Setu Cikarang Kabupaten Bekasi. Acara dimulai pukul 10.30 WIB dan selesai pukul 15.00 WIB. Proses pelaksanaan adat dapat dikatakan berjalan lancar mengingat Peserta Undangan terbatas, mengingat harus taat dan patuh akan Prokes.

Dokumentasi kegiatan Adat tersebut;

Motto Keluarga Manihuruk

Ap. Weldo Manihuruk, menyerahkan kewajiban Punguan Pusat

Perayaan pertama HUT Tugu Raja Simanihuruk Tahun 2015 melalui Panitia ketika itu, sudah ditetapkan motto Keluarga Manihuruk yaitu,: saling Mengasihi, saling Membantu dan saling Mendoakan yang disimpulkan dengan dua SALAM 3M.

Sehubungan dengan motto tersebut pada hari Jumat, 18 Maret 2022 melalui Punguan PRSBB Jabodetabek mengadakan kunjungan kasih kepada Keluarga St. M. Manihuruk/br. Sihaloho (Am. Mega) sehubungan dengan telah selesai menjalani perawatan beberapa hari yang lalu. Maka atas perintah AD/ART, Punguan menyampaikan berupa uang sebagai pengganti buah bezuk dengan harapan Amang St. M. Manihuruk semakin pulih kembali kesehatannya.

Ap. Boni Manihuruk, mewakili Wilayah Bekasi 1

Selain kewajiban Punguan PRSBB Jabodetabek menyerahkan pengganti buah, Wilayah Bekasi 1 dan Arisan Turbayo juga menyerahkan hal yang sama kepada Keluarga St. M. Manihuruk/br. Sihaloho, yaitu berupa uang sebagai pengganti buah.

Kegiatan Adat

 

Kamis, 3 Maret 2022 bertepatan hari libur nasional, Hari Raya Nyepi, Keluarga Manihuruk memanfaatkan momen tersebut melaksanakan pemberkatan nikah Kudus dan adat pernikahan di Kota Jambi, antara lain pemberkatan nikah Kudus; Oskar Berlian Saputra Simaremare dengan Lusyana Cristina br. Manihuruk, S. Hum di Gereja HKBP Banjar Toba Kota Jambi dan dilanjutkan pelaksanaan adat Batak Toba di Sopo Godang HKBP Kota Baru Jambi. Dengan ini atas nama Pengurus Punguan Pomparan Raja Simanihuruk Boru Bere (Punguan PRSBB) Indonesia, menyampaikan : Selamat Menempuh Hidup Baru semoga tetap bahagia dan harmonis sampai Saurmatua. Doa kami, songon Hata ni Natuatua: Denggan Ulos si Rara, tiur-tiur dohot rambuna, sisina marsimata, marsirat di punsuna. Sai manumpak Amanta Debata, sahat ma pasupasuna, sai tubu ma di hamu anak na marsangap dohot Boru na Martua. Eeemmaaa Tuuutuuuu.

Dokvideo : Klik saja di sini

Suhut par Boru; Ap. Lusyana Manihuruk/br. Malau – Kota Jambi.

 

Sementara kegiatan adat di Jabodetabek adalah Marhusip antara Keluarga Manihuruk dengan marga Sihotang par Anak, dimana Hela Manihuruk tarsuruk tohang, pajolo Holong Papudi Uhum. Artinya mereka (Keluarga Sihotang) belum memenuhi kewajiban Adat terhadap Hulahulanya marga Manihuruk. Jadi hari ini Keluarga Sihotang datang menemui Hulahulanya marga Manihuruk, untuk menyampaikan konsep untuk membayar adat pernikahan mereka yang tertunda. Jadi jenis adat seperti ini disebut Pasahat Sulang-sulang Pahompu. Dan telah disepakati bersama;  Keluarga Manihuruk dengan Sihotang melaksanakan adat pasahat Sulang-sulang Pahompu akan dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2022. Semoga lancar dan sukses. Mohon doa restu.

Selesai acara Keluarga Manihuruk foto bersama.