Kunjungan Kasih

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 9 Mei 2021 Keluarga Manihuruk mengadakan kunjungan kasih kepada 2 Keluarga Manihuruk yang beberapa hari/minggu lalu berduka karena ditinggal pergi Amang Risman Manihuruk telah berpulang menuju rumah Bapa di Surga yaitu; Keluarga Ny. Risman Manihuruk br. Situngkir – Nai Mangihut di Jalan Menceng Cengkareng Jakarta Barat. Dan kunjungan kasih kedua adalah  kepada Keluarga Lumba Manihuruk/br. Sihaloho – Am. Samuel di Cidodol Jakarta Selatan,setelah kepergian anak tercinta Samuel Manihuruk ke rumah Bapa di Surga tanggal 1 Mei 2021 yang lalu. Setelah bergiliran mandok hata menyampaikan kata-kata penghiburan dari Boru Bere, Haha Anggi, maka Pengurus Pusat bersama Wilayah Tangerang Punguan Pomparan Raja Simanihuruk Boru Bere Jabodetabek dan Arisan Pomparan Ompu Landit, menyampaikan tanda kasih bahwa Keluarga Manihuruk Jabodetabek ikut berdukacita atas kepergian anak tercinta Samuel Fransisco Manihuruk.

Berduka dan Berduka Lagi

Setelah 2 hari yang lalu tepatnya tanggal 29 dan 30 April 2021 Keluarga Manihuruk berduka dengan meninggalnya Saudara kami; Amang Jadiaman Manihuruk, SE. Ak (Op. Liora Doli) dan Sondang Rosinta boru Situmeang, Ny. Harapan Manihuruk (Nai Aldo). Dan besoknya tanggal 01 Mei 2021 Tuhan memaggil Saudara/Anak kami Samuel Manihuruk – Dolidoli/Lajang usia 26 Tahun, setelah setahun terakhir menderita sakit. Keluarga telah berusaha untuk pengobatan Almarhum.Samuel Manihuruk.

Berduka Lagi

“Sebab ada tertulis, Rancanganku bukanlah rancanganmu, jalanmu bukanlah jalanku” dan kalau di-analog-kan dengan pepatah Batak yang mengandung arti yang sama yaitu, Dang simanuk-manuk sibontar andora, dang sitodo turpuk, siahut lomo ni roha.

Dalam perjalanan hidup kita sehari-hari, kadang kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan, melupakan sabda Tuhan dan umpasa di atas, bahwa hidup kita telah ditentukan oleh Tuhan Sang Pencipta, artinya hidup ini bukan sesuka hati kita.

OpLiora Doli

Kamis, 29 April 2021 terjadi 2 Keluarga Manihuruk mengalami duka dengan meninggalnya Amang Jadiaman Manihuruk, SE.Ak – Op. Liora Doli usia 76 tahun di RS PGI Cikini Jakarta Pusat, bukan karena covid-19. Adat partuatna dilaksanakan di Medan dan selanjutnya disuanhon di Huta Paropo Kabupaten Dairi, Sebelum jenazah diberangkatkan ke Medan, sore harinya pukul 16.00 WIB di Rumah Duka RS PGI Cikini, Keluarga Besar Manihuruk Boru Bere mengadakan acara kecil bersama Tulang Raja Situngkir dan Hulahula Anak Manjae Raja Tobing yaitu bersama memohon doa keberangkatan Rombongan Keluarga sehat dan lancar perjalan sampai tujuan. Dan pada kesempatan tersebut Tulang Raja Situngkir memberikan ulos (baca: menyematkan ulos ke jenazah, dengan maksud sebagai lambang doa dan kasih, tidak merasa dingin selama perjalanan, wujud doa saja). Karena adat resmi dari Tulang, yaitu pasahat Ulos Saput  kepada Berenya akan dilaksanakan di Medan, tentunya akan dirapatkan terlebih dahulu melalui forum Pangarapoton. Dokumentasi di-Klik di sini

 

 

 

 

 

 

 

Dan Keluarga kedua yang mengalami duka pada hari yang yaitu dengan meninggalnya Inang Sondang Rosinta boru Situmeang/Ny. Harapan Manihuruk -Nai Aldo usia 59 tahun, di RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan meninggalkan suami dan 2 orang anak yang masih menduduki perkuliahan. Meninggal karena sudah hampir 4 tahun menderita penyakit kanker payudara. Dalam adat Batak jenis meninggalnya termasuklah kategori Matompas Tataring (baca : matoppas tataring) karena anak-anaknya belum ada yang menikah, sehingga adatnya pun disebut Ulaon Adat Mangido Tangiang. Dan hari ini Kamis, 30 April 2021 adat partuatna dilaksanakan di Rumah Duka di kediaman Keluarga yang berduka di Jalan Kenanga I Perumahan Permata Kalisari Jakarta Timur. Dan tepat pukul 14.20 WIB acara adatnya selesai dan dilanjutkan ke TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur, yang dipandu langsung oleh PBB (Pemuda Batak Bersatu). Dokumentasi dengan meng-Klik di sini