KUNJUNGAN KASIH KARENA BERDUKA

Minggu, 14 Mei 2023;

Keluarga Manihuruk bersama Punguan Pomparan Raja Simanihuruk Boru Bere (Punguan PRSBB) Jabodetabek, Wilayah Jakarta Timur 1 dan Arisan Keluarga mengadakan kunjungan kasih berkaitan dengan kepergian Amang Saljaik Manihuruk (Am. Okta) untuk selamanya bersama Bapa di surga.

Penyerahan Kewajiban Punguan

Melalui acara tersebut Keluarga Manihuruk bersama Boru menyampaikan kata-kata penghiburan kepada Keluarga yang ditinggal; Inang Nai Okta br. Situngkir bersama 4 orang anak-anak yang masih duduk di bangku kuliah dan sekolah menengah. Kiranya dengan kehadiran Punguan, Keluarga dapat terhibur dan kembali semangat memulai kegiatan masing-masing dengan suasana baru. Tetap saling mendukung satu dengan yang lain. Dan sebagai kepedulian Keluarga Manihuruk, melalui Punguan menyerahkan hak Anggota dan sekaligus juga menggenapi ilu manetek  yang sebagai telah diserahkan ketika acara adat menuju pemakaman.

Keluarga Mangampu

KUNJUNGAN KASIH DAN ULAON ADAT

Sabtu, 13 Mei 2023

Kegiatan Punguan hari ini ada dua yaitu; kunjungan kasih dan ulaon adat. Kegiatan pertama adalah kunjungan kasih kepada Am. Theresia Sipakkar, yang telah lama menderita sakit. Melalui kunjungan tersebut kiranya doa kita dijawab oleh Tuhan Maha Pengasih, Amang Am. Theresia Sipakkar segera pulih kembali kesehatannya melalui usaha yang telah dilakukan oleh Keluarga. Untuk itu sebagai kepedulian dari Keluarga Manihuruk melalui Punguan PRSBB Jabodetabek menyampaikan sebagai pengganti buah sesuai AD/ART Punguan.

Ap. Weldo Manihuruk menyerahkan pengganti buah dari Punguan PRSBB

Kegiatan kedua adalah menghadiri pesta unjuk Keluarga Anggota Punguan yaitu Ap. Bona Nainggolan Parhusip/br. Manihuruk Wilayah Jakarta Utara. Punguan PRSBB bersama Keluarga Manihuruk sebagai Hulahula dan Tulang di Gedung Pertemuan Mayoria 2 Kelapa Gading Jakarta Utara. Acara berjalan lancar walau waktu didominasi pihak par Boru dari Bandung yang biasanya paling lama pukul 17.00 WIB sudah selesai. Dengan ini atas nama Pengurus menyampaikan: Selamat Menempuh Hidup Baru, semoga Keluarga bahagia dan tetap harmonis sampai Saurmatua. Amin. Tanggu Nainggolan Parhusip/Kristina br. Manihuruk (Am. Bona) – Tj. Priok Jakarta Utara.

Bona Parhusip dengan Ayu br. Sihombing

MANGAIN BORU SORANG MAGODANG

Sabtu, 06 Mei 2023;

Adong do hata ni Natuatua na mandok; Hot pe jabui, hot doi margulang gulang, sian dia pe Bere mangalap boru, tong doi boru ni Tulang.

Pepatah inilah yang menjadi acuan untuk kegiatan adat antara Keluarga Manihuruk dengan marga Simanjuntak sebagai Hulahula ni Keluarga Ir. Jonly Manihuruk/br. Simanjuntak (Am. Dion – Pondok Bambu Jakarta Timur) selaku SUHUT pada acara tersebut, yang berencana menikahkan anaknya nomor satu, Dion Manihuruk.

Dion Manihuruk telah menjalin hubungan dengan boru sileban, yang tidak punya marga, bukan orang Batak Tapanuli, Anggie Hendrata dari Kota Madiun Jawa Timur, dimana kedua insan ciptaan Tuhan ini, bahwa perjodohan mereka dapat dikatakan rahasia Tuhan Sang Pencipta. Tak satu pun kita manusia di atas bumi ini, tidak tahu jodoh seseorang, namun Kita hanya boleh bermohon kepada-Nya, Tuhan tunjukkanlah jodoh saya yang dapat mencintai saya untuk selama-lamanya.

Anggie Boru Simanjuntak dengan Dion Manihuruk

Setelah mereka sudah saling yakin satu dengan pasangannya, bahwa pernikahan mereka berdasarkan Adat Batak Toba, setelah sudah mendapatkan pemberkatan dari Gereja. Nah untuk itulah pada hari Sabtu, 6 Mei 2023 sepakat mengangkat marga kepada Anggie, menjadi Boru Simanjuntak, sebagai pilihan/permohonan prioritas pertama dengan alasan marha ibunda Dion adalah marga Simanjuntak. Jadi Dion dalam kekerabatan Batak hubungan mereka MARPARIBAN, mangalap boru Tulang. Kenapa harus dibuat/diangkat marga, karena dalam Adat Batak harus bermarga Batak baik par Boru maupun par Anak. Prosesi penyematan marga tersebut dalam bahasa Adat disebut MANGAIN bagi perempuan bukan orang Batak dan Patampe marga jika calon mempelai Laki-laki.

Setelah MANGAIN acara adat dilanjutkan dengan kegiatan Patua Hata Marhusip dengan tujuan Keluarga Manihuruk dengan marga Simanjuntak akan menyelenggarakan adat pernikahan secara Adat Batak Toba. Dan dalam acara ini ditentukan siapa yang menjadi Tuan Rumah dan lain-lain yang berkaitan dengan adat Batak Toba. Apa yang menjadi kewajiban dan hak kedua belah pihak, akan dibahas pada acara tersebut untuk dilakukan pada hari pemberkatan.