BERDUKA DAN BERDUKA LAGI

Keluarga Manihuruk pada minggu-minggu terakhir ini berduka dan berduka lagi dimana dalam 2 minggu ada 5 orang meninggal dunia dari Keluarga Manihuruk antara lain;

  1. Kamis, 25 Mei 2023 di Pematang Siantar Perumnas Batu 6 telah berpulang ke rumah Bapa di surga Saudara tercinta kita: Parulian Manihuruk, 54 tahun na nihabaluhon ni Inang Nai Graf br. Sinaga. Setelah dilaksanakan adat parpudi di P. Siantar, jenazah dimakamkan di Huta Sidabagas Samosir.
  2. Kamis, 01 Juni 2023 Orangtua tercinta: Inang Op. Hotlen Manihuruk br. Girsang (75 tahun) dipanggil Tuhan ke pangkuan-Nya. Inang ini adalah Orangtua dari Ketua Wilayah Harapohan Lumban Suhisuhi Dolok Punguan PRSBB Samosir. Acara Adat Parpudi dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2023 dan dimakamkan di Harapohan Samosir.
  3. Sabtu, 03 Juni 2023 di Bandung, Saudara kita tercinta Amang Muller Manihuruk (71 tahun) telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, na nihabaluhon ni Inang Payun Lesmina br. Sipayung. Sebelum dimakamkan di TPU Bandung, jenazah disemayamkan di RD Yayasan Sejahtera Abadi Jln. Industri 21 Kota Bandung.
  4. Pada hari yang sama Sabtu, 03 Juni 2023 di rumahnya di Pondok Kopi Jakarta Timur, Inang SM. br. Baringbing (75 tahun) telah berpulang ke rumah Bapa, na nihabaluhon ni Amang Marudin Manihuruk (Opnisi Jesaya Doli). Adat dan pemakaman pada hari Senin, 05 Juni 2023.
  5. Juga pada hari yang sama Sabtu, 03 Juni 2023 Eli Asni br. Purba (Mama Leon/Op. Leana Boru) telah berpulang ke rumah Bapa, na manghabaluhon Amang Bilman Manihuruk nahinan. Adat dan pemakaman dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Juni 2023 di RD Tabita RS Ukrida Jakarta Barat dan jenazah dimakamkan di TPU Tegal Alur Cengkareng Jakarta Barat.

Semoga arwah mereka tenang bersama Bapa di Yerusalem Baru.

KELUARGA BARU MARPARIBAN

Pernikahan akhir-akhir ini semakin sering terjadi pasangan beda suku sehingga hubungan tersebut MARPARIBAN. Karena jika salah satu pasangan tidak memiliki marga, maka harus diangkat marga karena dengan demikian adat pernikahan tersebut sudah boleh dilaksanakan secara adat Batak (Toba).

Demikianlah yang terjadi kepada pasangan Dion Manihuruk dengan Anggie boru Simanjuntak (setelah diain/diangkat marga) setelah menerima pemberkatan nikah kudus di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Cipinang Indah Jakarta Timur dan pada hari yang sama dilaksanakan adat pernikahan Batak Toba di Gedung Pertemuan Mulia Kebon Nanas Jakarta Timur.

Dan sesuai kesepakatan kedua belah pihak marga Manihuruk dan Simanjuntak bahwa yang menjadi Tuan Rumah (Bolahan Amak) adalah par Anak marga Manihuruk atau lazin disebut dalam bahasa Adat Rumang ni Ulaon Adat; TARUHON JUAL. Artinya pihak par Boru dalam hal ini marga Simanjuntak yang datang ke Rumah marga Manihuruk. Sebagai konsekuensinya jika marga Simanjuntak memasuki Gedung harus disambut oleh marga Manihuruk sampai ke tempat duduk yang telah disiapkan oleh Parhobas (Boru/Bere ni Suhut) dari marga Manihuruk.

Suhut par Anak

Prosesi Adat berjalan lancar dimana marga Manihuruk menyerahkan Sibamot, Sonba ninuhum Somba ni Adat (baca : bayar Adat) dengan Marsuhat ni Ampang, tidak disebut nominal Sinamot, karena hubungan Pengantin MARPARIBAN, mangalap boru ni Tulang, semarga dengan ibu kandung pengantin Laki Laki. Dan selanjutnya pihak marga Simanjuntak, setelah menerima Adat yang disebut SINAMOT, jika menerima tentunya harus memberi (Adat) dalam bentuk doa/pasupasu melalui media ULOS HERBANG sebanyak 17 lembar. Jadi dapat dikatakan bahwa Adat Pernikahan Batak sangatlah demokratis karena dasar pelaksanaan adat adalah DALIHAN NA TOLU.

Dion & Anggie

Dengan ini atas nama Admin Kami menyampaikan; SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU, teriring doa semoga menjadi Keluarga Bahagia, Harmonis Sampai Saurmatua Dihaliangi Angka Pomparan. Amin

Suhut par Anak: Ir. Jonly S. Manihuruk/br. Simanjuntak (Am. Dion) Pd. Bambu Jakarta Timur.

Suhut par Boru: Ronald Simanjuntak/Emmanuela Dasawati br. Sitinjak, S. Pd dari Kota Palembang Sumatera Selatan.

ADAT SULANG-SULANG PAHOMPU

Sabtu, 27 Mei 2023;

Ulaon Adat Sulang-Sulang Pahompu merupakan solusi adat yang tertunda karena hal tertentu ketika pemberkatan nikah tidak dilanjutkan dengan adat pernikahan sesuai Adat Batak Toba. Hal ini boleh terjadi karena ketika pemberkatan nikah ada pihak tidak setuju, ada juga faktor pembiayaan dll. Sehingga boleh dikatakan dalam Keluarga Baru tersebut termasuk kategori PAJOLO HOLONG PAPUDI ADAT.

Demikian yang terjadi kepada Keluarga Baru Ariston Napitupulu dengan Saskia Putri Aldiani Ronauli boru Manihuruk, dimana Saskia berasal dari Minang. Dalam kaitan inilah sebelum pasahat adat Sulang Sulang Pahompu terlebih dulu dilaksanakan adat MANGAIN BORU/mengangkat marga supaya boleh dilaksanakan adat Batak Toba, dimana pelaksana adat harus punya MARGA.

Suhut par Boru, Erik P Manihuruk/br. Sihaloho (Ap. Jessica) – Kranji Kota Bekasi dan Suhut par Anak Arnold Napitupulu/Risna br. Manihuruk (Am. Ariston) Jatinegara Jakarta Timur.