Keluarga Baru Masa Pandemi

 

 

 

 

 

Sabtu, 23 Oktober 2021 merupakan hari bahagia bagi Keluarga Manihuruk khususnya buat Keluarga J. Manihuruk/br. Lingga (Opnisi Josua) karena beberapa kali mengalami rintangan pada masa pandemi covid-19 yang belum berkesudahan dari muka bumi ini. Bersyukur pada hari Sabtu ini telah berlangsung pemberkatan nikah Kudus antara Charles Alvredo Manihuruk dengan Rolinsana br. Manalu di Gereja HKBP Cakung Jakarta Timur. Setelah pemberkatan acara berlanjut ke Gedung Corpatarin Rawa Mangun Jakarta Timur untuk melaksanakan adat istiadat pernikahan Batak Toba. Artinya proses Keluarga Baru ini berjalan sebagaimana mestinya, mengingat selama masa pandemi ini keluarga baru tertunda pelaksanaan adat pernikahan karena tidak ada ijin dari Satgas Covid-19 setempat, sehingga ada keluarga baru hanya pemberkatan nikah saja dan adat pernikahannya menyusul kemudian. Akibat dari masa pandemi ini terjadi paradigma baru pada tahapan Keluarga Baru, yang semula sebelum masa pandemi jika pemberkatan pernikahan langsung dilanjutkan adat pernikahan dan selama masa pandemi kedua peristiwa tersebut menjadi terpisah. Ada jeda waktu di antara kejadian tersebut, bahkan sudah punya anak baru bayar Adat. Ada yang kurang pas dengan kejadian. Marilah kita berdoa agar kiranya masa pandemi ini cepat berlalu, sehingga prosesi Keluarga Baru dapat berlanjut mulai pemberkatan sampai dengan pelaksanaan adatnya.

Untuk atas nama Keluarga Manihuruk menyampaikan : semoga Keluarga Baru, Charles Alvredo Manihuruk dengan Rolinsana br. Manalu menjadi keluarga bahagia dan harmonis sampai Saurmatua. Tuhan Yesus memberkati. Amin

Duka Dan Suka

Hari ini Sabtu, 9 Oktober 2021 Keluarga Manihuruk mengalami 2 peristiwa dalam 1 hari yaitu peristiwa Duka dan Suka. Peristiwa Duka, dengan berpulang ke rumah Bapa di Surga Saudara kita sekaligus Hela ni Manihuruk, Amang Washinton Gultom – Op. Raphael Doli, usia 60 tahun yang dipanggil Tuhan tgl 9 Oktober 2021 pukul 03.30 WIB di RS Elisabeth Medan, na nihabaluhon ni Ibotonami Tumiar br. Manihuruk. Dengan ini atas nama Keluarga Manihuruk menyampaikan turut berdukacita semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur.

Peristiwa kedua yaitu Keluarga Manihuruk dengan marga Manalu par Boru, melaksanakan ulaon adat Patua Hata Marhusip kaitannya dengan rencana Charles Alvredo Manihuruk dengan Sariana Rolinsana br. Manalu, berencana membentuk Rumah Tangga yang baru. Dan kedua Suhut par Anak dan par Boru pesta unjuk dilaksanakan di rumah par Anak, yang lazim disebut dengan istilah adat, Taruhon Jual. Artinya par Boru yang datang ke rumah par Anak, marga Manihuruk. Kemudian setelah acara Patua Hata Marhusip, dilanjutkan dengan Ikat Janji/Partumpolon di Gereja HKBP Cakung Jakarta Timur. Kegiatan ketiga adalah masing-masing kedua belah pihak Suhut mengadakan pembagian tugas, Martonggoraja bagi par Anak dan Marria Raja bagi par Boru, marga Manalu. Semoga acara pemberkatan nikah Kudus dan Adat pernikahan berjalan lancar dan sukses sesuai rencana Keluarga.

 

 

Manggohi Adat Pernikahan

Berdasarkan Kalender Adat Keluarga Manihuruk khususnya di Jabodetabek, bahwa adat pernikahan Partogi Manihuruk dengan Hanna br. Rajagukguk seharusnya dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2020 tahun yang lalu, setelah perberkatan nikah di GKPI Kota Bekasi. Namun adat tertunda karena Satuan Tugas Covid-19 mengeluarkan aturan bahwa dilarang mengadakan kerumunan seperti penyelenggaraan resepsi pernikahan, ibadah dan jenis kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan orang, PSBB sampai PPKM.

Setelah menunggu 1 tahun lebih adat pernikahan Partogi Manihuruk/Hanna br. Rajagukguk, yang telah dikaruniai anak 1 orang, Satgas Covid-19 memberikan izin penyelenggaraan adat dan respsi pernikahan dengan catatan tetap mengikuti Protokol Kesehatan dan Peserta pesta masih dibatasi sesuai persentasi kapasitas tempat penyelenggaraan pesta. Jumat. 01 Oktober 2021 telah dilaksanakan adat pernikahan yang tertunda Keluarga Baru Partogi Manihuruk/Hanna br. Rajagukguk yang telah dikaruniai oleh Tuhan 1 orang anak, sehingga ada yang menilai jenis adat yang tertunda tersebut cenderung ulaon adat sulang-sulang Pahompu. Sebenarnya pandangan tersebut kurang tepat, seolah-olah marga Simanihuruk pajolo gogo papudi uhum (terkesan kawin lari/mangalua). Dan nyatanya dalam prosesi adat yang tertunda tersebut berjalan sebagaimana mesti walau ada jedah waktu 1 tahun.

Sesuai ijin dan himbauan dari pihak Pemerintah bersama Satgas Covid-19 semua prosesi penyelenggaraan adat harus mengikuti Prokes dan atau mengurangi seminimal mungkin mengurangi kontak langsung sesama Peserta. Maka kedua belah pihak Bonahasuhuton baik par Anak dan par Boru membuat kesepakan bersama harus mengikuti Prokes, dengan prinsip misi adat tersampaikan tidak mengurangi nilai adat itu sendiri; Esensial, Efisien dan Efektif. Secara tidak langsung dampak pandemi ini membuat perubahan Paradigma tata laksana adat istiadat Batak Toba, baik suka dan duka. Ada perubahan sangat berarti, khususnya durasi prosesi adat dan kegiatan yang yang berulang-ulang. (looping).

Semoga Keluarga Baru menjadi keluarga yang berbahagia, harmonis sampai saurmatua. Dan selamat buat Suhut par Anak : St. Luhut Manihuruk/Rosdewi br. Malau, S. Pd (Op. Arlo/Am. Marthen) – Pondokgede Kota Bekasi.

Op. Mikhael Manihuruk/br. Simanjuntak; mewakili menerima Ulos Sorpi

Sebelum mulai adat, terlebih dahulu Suhut par Anak mambuat Tua ni Gondang