Berita Duka Dan Pelantikan Pengurus Punguan

Sabtu, 9 Oktober 2021 merupakan hari bersedih bagi Keluarga Manihuruk, dimana Inang Ny. J. Situngkir br. Manihuruk – Op. Ias Boru, orang ketiga dipanggil Tuhan pada hari yang sama pada pukul 20.00 WIB di Kota Sidikalang, usia 77 tahun. Dengan ini kami menyampaikan turut berdukacita semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur. Rumah di Jln. Trikora Kota Sidikalang Kabupaten Dairi.

Perwakilan dari Simanihuruk

Minggu, 10 Oktober 2021 telah dilangsungkan acara pelantikan Pengurus Punguan Pomparan Raja Sitempang Indonesia periode: 2021 – 2025. Adapun Tarombo Raja Sitempang Anak ni Raja Naiambaton telah dibuat Buku, yang disusun oleh Amang Bachtiar Sitanggang, SH dan BrigJen Pol ( Purn) Antonius Sitanggang. Bahwa Raja Sitempang adalah anak dari SORBA DIJULU (RAJA NAIAMBATON). Anak ni Raja Sitempang ada 1. Raja Hatorusan dan 2. Raja Natanggang (Raja Pangururan) dan Raja Pangururan mempunyai 3 orang anak yaitu; 1. Raja Panukkunan 2. Raja Pangadatan 3. Raja Panguluoloan (Sigalingging). Lalu yang menjadi pertanyaan, marga Simanihuruk dan Sidauruk berasal dari mana. Raja Pangadatan anaknya 3; Raja Lipan, Raja Upar dan Raja Silo. Anak dari Raja Silo ; Sitanggang Silo, Raja Simanihuruk dan Raja Sidauruk.

Pelantikan Pengurus Punguan Pomparan Raja Sitempang Indonesia hari telah ditetapkan Amang St. Dr. Eduard Sigalingging, sebagai Ketua Umum.

Duka Dan Suka

Hari ini Sabtu, 9 Oktober 2021 Keluarga Manihuruk mengalami 2 peristiwa dalam 1 hari yaitu peristiwa Duka dan Suka. Peristiwa Duka, dengan berpulang ke rumah Bapa di Surga Saudara kita sekaligus Hela ni Manihuruk, Amang Washinton Gultom – Op. Raphael Doli, usia 60 tahun yang dipanggil Tuhan tgl 9 Oktober 2021 pukul 03.30 WIB di RS Elisabeth Medan, na nihabaluhon ni Ibotonami Tumiar br. Manihuruk. Dengan ini atas nama Keluarga Manihuruk menyampaikan turut berdukacita semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur.

Peristiwa kedua yaitu Keluarga Manihuruk dengan marga Manalu par Boru, melaksanakan ulaon adat Patua Hata Marhusip kaitannya dengan rencana Charles Alvredo Manihuruk dengan Sariana Rolinsana br. Manalu, berencana membentuk Rumah Tangga yang baru. Dan kedua Suhut par Anak dan par Boru pesta unjuk dilaksanakan di rumah par Anak, yang lazim disebut dengan istilah adat, Taruhon Jual. Artinya par Boru yang datang ke rumah par Anak, marga Manihuruk. Kemudian setelah acara Patua Hata Marhusip, dilanjutkan dengan Ikat Janji/Partumpolon di Gereja HKBP Cakung Jakarta Timur. Kegiatan ketiga adalah masing-masing kedua belah pihak Suhut mengadakan pembagian tugas, Martonggoraja bagi par Anak dan Marria Raja bagi par Boru, marga Manalu. Semoga acara pemberkatan nikah Kudus dan Adat pernikahan berjalan lancar dan sukses sesuai rencana Keluarga.

 

 

Manggohi Adat Pernikahan

Berdasarkan Kalender Adat Keluarga Manihuruk khususnya di Jabodetabek, bahwa adat pernikahan Partogi Manihuruk dengan Hanna br. Rajagukguk seharusnya dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2020 tahun yang lalu, setelah perberkatan nikah di GKPI Kota Bekasi. Namun adat tertunda karena Satuan Tugas Covid-19 mengeluarkan aturan bahwa dilarang mengadakan kerumunan seperti penyelenggaraan resepsi pernikahan, ibadah dan jenis kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan orang, PSBB sampai PPKM.

Setelah menunggu 1 tahun lebih adat pernikahan Partogi Manihuruk/Hanna br. Rajagukguk, yang telah dikaruniai anak 1 orang, Satgas Covid-19 memberikan izin penyelenggaraan adat dan respsi pernikahan dengan catatan tetap mengikuti Protokol Kesehatan dan Peserta pesta masih dibatasi sesuai persentasi kapasitas tempat penyelenggaraan pesta. Jumat. 01 Oktober 2021 telah dilaksanakan adat pernikahan yang tertunda Keluarga Baru Partogi Manihuruk/Hanna br. Rajagukguk yang telah dikaruniai oleh Tuhan 1 orang anak, sehingga ada yang menilai jenis adat yang tertunda tersebut cenderung ulaon adat sulang-sulang Pahompu. Sebenarnya pandangan tersebut kurang tepat, seolah-olah marga Simanihuruk pajolo gogo papudi uhum (terkesan kawin lari/mangalua). Dan nyatanya dalam prosesi adat yang tertunda tersebut berjalan sebagaimana mesti walau ada jedah waktu 1 tahun.

Sesuai ijin dan himbauan dari pihak Pemerintah bersama Satgas Covid-19 semua prosesi penyelenggaraan adat harus mengikuti Prokes dan atau mengurangi seminimal mungkin mengurangi kontak langsung sesama Peserta. Maka kedua belah pihak Bonahasuhuton baik par Anak dan par Boru membuat kesepakan bersama harus mengikuti Prokes, dengan prinsip misi adat tersampaikan tidak mengurangi nilai adat itu sendiri; Esensial, Efisien dan Efektif. Secara tidak langsung dampak pandemi ini membuat perubahan Paradigma tata laksana adat istiadat Batak Toba, baik suka dan duka. Ada perubahan sangat berarti, khususnya durasi prosesi adat dan kegiatan yang yang berulang-ulang. (looping).

Semoga Keluarga Baru menjadi keluarga yang berbahagia, harmonis sampai saurmatua. Dan selamat buat Suhut par Anak : St. Luhut Manihuruk/Rosdewi br. Malau, S. Pd (Op. Arlo/Am. Marthen) – Pondokgede Kota Bekasi.

Op. Mikhael Manihuruk/br. Simanjuntak; mewakili menerima Ulos Sorpi

Sebelum mulai adat, terlebih dahulu Suhut par Anak mambuat Tua ni Gondang