ADAT SAURMATUA

Saurmatua adalah sebutan tingkat kematian bagi suku Tapanuli, Batak Toba. Tingkat ini merupakan idaman bagi keluarga Batak Toba sebelum ke tingkat kematian MAULI BULUNG, yang lebih diidamkan lagi, dimana keturunan yang meninggal dilengkapi lagi dengan cicit (marnini marnono).

Lalu apa kriteria kedua tingkat kematian yang telah disebutkan di atas. Disebutkan Saurmatua, merupakan jawaban doa Keluarga ketika pemberkatan nikah dan adat pernikahan Batak Toba, dimana dalam doa permohonan dimaksud agar keluarga baru kelak akan memiliki keturunan anak lakilaki dan perempuan serta cucu dari Anak-anaknya, dalam bahasa adat; titir maranak marboru, jala marhompu sian Anak marhompu sian Boru.

Tingkat kematian dan riwayat Keluarga sebagai mana disebutkan di atas telah terpenuhinya syarat untuk kematian bagi Almh. Inang Resi Seriana Boru Sagala, SAURMATUA na nihabaluhon ni Amang St. Gojok Parlindungan Simanihuruk (Op. Rey/Am. Oscar) tinggal di Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Maka setelah diadakan rapat, Tonggoraja pihak Hulahula dan Tulang sudah sepakat bahwa adat Parpudi ni Op. Rey Boru; disebut SAURMATUA. Didukung dengan keturunannya; 4 anak laki-laki dan 1 perempuan, sehingga jumlah keturunannya 5×2 (Anak Parumaen), cucu 8 orang, maka Pomparannya berjumlah: 18 orang.

SUHUT MANGAMPU

Acara adat saurmatua dilaksanakan pada hari Jumat, 25 Desember 2025 bersamaan pada hari Natal. Sehingga sangat terasa sekali sukacita Natal yang tampak dalam pelaksanaan adat tersebut. Artinya acara demi acara mengalir sesuai konsep yang telah disepakati bersama ketika rapat (Tonggoraja)

Almh. Op. Rey Boru dimakamkan di tempat peristirahatannya yang terakhir di San Diego Hills Park Memorial Karawang Jawa Barat.

Jujur Ngolu/Riwayat Hidup Almh. dengan meng-KLIK

Atas nama Admin menyampaikan semoga Op. Rey Boru tenang jiwanya bersama Bapa di Sorga. Amin

MANIHURUK BERDUKA

Keluarga Manihuruk berduka khususnya yang di Jabodetabek dimana seorang Penasehat Punguan Pomparan Raja Simanihuruk Boru Bere (Punguan PRSBB) Jabodetabek, OJAHAN SIMANIHURUK (Ap. Yohana) usia 66 tahun, meninggal dunia pada hari Kamis, 13 Februari 2025 pukul 01.19 WIB di RSPPN Sudirman Jakarta. Jenazah disemayamkan di rumah duka Elim RS Harapan Kita Jakarta Barat dan acara adat parpudi dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2025. Goarni Ulaon Adat Parpudi adalah Sarimatua. Alm. meninggalkan isteri Nai Yohana br. Situmorang, 1 orang laki-laki dan Hela Boru; Zeshan Arif Tampubolon, B.Sc/Yohana br. Manihuruk.

Semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur.

KELUARGA MANIHURUK BERDUKA

Memasuki Tahun Baru (2025) ini, Keluarga Manihuruk berduka dimana 2 orang Anggota Keluarga Manihuruk Jabodetabek meninggal dunia;

1). Inang Antauli Boru Situngkir – Op. Orlando Boru (77 Tahun) namanghabaluhon Amang Alm. Jaheter Manihuruk (Op. Orlando Doli/Ap. Renti) nahinan, tanggal 31 Desember 2024  jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Beringin 2 Jati Bening 2 Pondokgede Kota Bekasi Jawa Barat. (Kediaman Keluarga).

Adat parpudi/terakhir, Saurmatua Op. Orlando Boru dilaksanakan pada tanggal 03 Januari 2025 di rumah duka. Almh. meninggalkan; 17 Pinompar terdiri dari 4 Anak+ Boru dan 4 Hela Parumaen dan Cucu-Cucu 9 orang. Almh dikebumikan di TPU Pondok Kelapa Jakarta Timur disatukan menjadi satu makam dengan suaminya, Op. Orlando Doli, telah lebih dulu meninggal. Acara adat Saurmatua berjalan lancar sesuai hasil kesepakatan Rapat (Tonggoraja) pada tanggal 02 Januari 2025.

Punguan PRSBB Jabodetabek menyerahkan Tali Kasih ilu manetek.

2). Radio Fernando Saragih Manihuruk (Ap. Wanda – 79 Tahun) pada tanggal 03 Januari 2025 di RS Duren Sawit Jakarta Timur dan disemayamkan di RD RS Cikini Jakarta Pusat.

Alm. Radio Saragih Manihuruk dimakamkan di TPU Pondok Kelapa juga, tanpa adat parpudi sebagaimana lazimnya jika Orang Batak meninggal. Hal tersebut sesuai permintaan Keluarga Ybs. Keluarga Alm. Radio Saragih Manihuruk merupakan Anggota Pasif, tidak terdaftar dalam Buku Induk Punguan PRSBB Jabodetabek, sehingga tidak ada hak menerima kewajiban Punguan mengingat kewajibannya tidak dipenuhi melalui Iuran Bulanan. Namun demikian sebagai realisasi Motto Manihuruk; (saling; Mengasihi, Membantu, Mendokan, 3 M), Keluarga Manihuruk menyampaikan Tali Kasih, pengganti ilu manetek.

Semoga Keluarga-Keluarga yang ditinggal tabah dan cepat terhibur.