MANIHURUK BERDUKA

Keluarga Manihuruk berduka khususnya yang di Jabodetabek dimana seorang Penasehat Punguan Pomparan Raja Simanihuruk Boru Bere (Punguan PRSBB) Jabodetabek, OJAHAN SIMANIHURUK (Ap. Yohana) usia 66 tahun, meninggal dunia pada hari Kamis, 13 Februari 2025 pukul 01.19 WIB di RSPPN Sudirman Jakarta. Jenazah disemayamkan di rumah duka Elim RS Harapan Kita Jakarta Barat dan acara adat parpudi dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2025. Goarni Ulaon Adat Parpudi adalah Sarimatua. Alm. meninggalkan isteri Nai Yohana br. Situmorang, 1 orang laki-laki dan Hela Boru; Zeshan Arif Tampubolon, B.Sc/Yohana br. Manihuruk.

Semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur.

KELUARGA MANIHURUK BERDUKA

Memasuki Tahun Baru (2025) ini, Keluarga Manihuruk berduka dimana 2 orang Anggota Keluarga Manihuruk Jabodetabek meninggal dunia;

1). Inang Antauli Boru Situngkir – Op. Orlando Boru (77 Tahun) namanghabaluhon Amang Alm. Jaheter Manihuruk (Op. Orlando Doli/Ap. Renti) nahinan, tanggal 31 Desember 2024  jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Beringin 2 Jati Bening 2 Pondokgede Kota Bekasi Jawa Barat. (Kediaman Keluarga).

Adat parpudi/terakhir, Saurmatua Op. Orlando Boru dilaksanakan pada tanggal 03 Januari 2025 di rumah duka. Almh. meninggalkan; 17 Pinompar terdiri dari 4 Anak+ Boru dan 4 Hela Parumaen dan Cucu-Cucu 9 orang. Almh dikebumikan di TPU Pondok Kelapa Jakarta Timur disatukan menjadi satu makam dengan suaminya, Op. Orlando Doli, telah lebih dulu meninggal. Acara adat Saurmatua berjalan lancar sesuai hasil kesepakatan Rapat (Tonggoraja) pada tanggal 02 Januari 2025.

Punguan PRSBB Jabodetabek menyerahkan Tali Kasih ilu manetek.

2). Radio Fernando Saragih Manihuruk (Ap. Wanda – 79 Tahun) pada tanggal 03 Januari 2025 di RS Duren Sawit Jakarta Timur dan disemayamkan di RD RS Cikini Jakarta Pusat.

Alm. Radio Saragih Manihuruk dimakamkan di TPU Pondok Kelapa juga, tanpa adat parpudi sebagaimana lazimnya jika Orang Batak meninggal. Hal tersebut sesuai permintaan Keluarga Ybs. Keluarga Alm. Radio Saragih Manihuruk merupakan Anggota Pasif, tidak terdaftar dalam Buku Induk Punguan PRSBB Jabodetabek, sehingga tidak ada hak menerima kewajiban Punguan mengingat kewajibannya tidak dipenuhi melalui Iuran Bulanan. Namun demikian sebagai realisasi Motto Manihuruk; (saling; Mengasihi, Membantu, Mendokan, 3 M), Keluarga Manihuruk menyampaikan Tali Kasih, pengganti ilu manetek.

Semoga Keluarga-Keluarga yang ditinggal tabah dan cepat terhibur.

SUKA DAN DUKA

Sabtu, 19 Oktober 2024

Duka dan suka bersamaan terjadi di Keluarga Manihuruk, khususnya yang di Jabodetabek. Duka terjadi di Keluarga Ompu Asal, dimana K. Manihuruk (Op. Gerald Doli) tutup usia di usia 74 tahun. Op. Gerald Doli sebenarnya tinggal di Indrapura Kabupaten Batubara Sumatera Utara. Keberadaannya di Jakarta adalah sedang menjalani perawatan mengingat anak-anak Alm. sudah di Jabodetabek. Setelah Keluarga berusaha dan berusaha lagi, namun rancangan kita bukanlah rancangan Tuhan. Jum’at, 11 Oktober 2024 pukul 19.00 WIB Op. Gerald Doli menghembuskan nafas terakhir di RSCM Jakarta Pusat.

Atas kesepakatan Keluarga jenazah Alm. akan diterbangkan ke Indrapura Batubara Sumatera Utara Minggu, 20 Oktober 2024 setelah sebelumnya Keluarga mengadakan ibadah doa bersama di RD RSCM Jakarta Pusat. Dengan ini Keluarga Manihuruk turut berdukacita semoga Keluarga tabah dan cepat terhibur teriring doa kiranya acara adat parpudi ni Alm. berjalan lancar sesuai konsep Keluarga.(Admin).

Kemudian peristiwa suka terjadi di Bekasi hari yang sama pula yaitu kegiatan adat Patuahata Marhusip antara Keluarga Manihuruk dengan marga Simanjorang par Boru. Acara dimulai pukul 11.00 WIB. Dan hasil pertemuan tersebut telah sepakat kedua belah pihak Suhut, pihak par Anak, yang menjadi Tuan Rumah atau biasa disebut dalam bahasa Adat, TARUHON JUAL.

Helperia br. Simanjorang & Mangatas Simanihuruk ♥️

Pemberkatan dan adat pernikahan masih cukup lama (Februari 2025), namun demikian mengingat waktu di Jabodetabek sangatlah mahal karena kesibukan masing-masing, maka hari itu pula setelah selesai Marhusip-husip nagogo, kedua belah pihak melanjutkan acara bagi tugas (Martonggoraja dan Marria Raja) pada acara pesta Unjuk nanti.

Semoga rencana pemberkatan dan pelaksanaan adat semuanya lancar sesuai hasil kesepakatan kedua belah pihak Suhut par Anak dan par Boru. Semoga.